Home
Login.
Artikelilmiahs
54862
Update
AHMAD SYAMSUL RIJAL
NIM
Judul Artikel
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon Varietas Golden Aroma pada Aplikasi Pupuk KNO3 dan CaCO3 Secara Sistem Hidroponik Dutch Bucket
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Melon (Cucumis melo L.) varietas golden aroma merupakan komoditas hortikultura unggulan yang memiliki potensi nilai ekonomi tinggi, namun produksinya di Indonesia masih belum memenuhi permintaan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk kalium (KNO₃), kalsium (CaCO₃), serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon varietas golden aroma yang dibudidayakan secara hidroponik sistem dutch bucket. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Mei 2026 di screenhouse Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas (110 mdpl) menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah dosis kalium (0, 3, dan 6 g/L), dan faktor kedua adalah dosis kalsium (0; 2,5; dan 5 g/L). Data dianalisis dengan ANOVA taraf 5% dan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kalium berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (28–56 HST), luas daun (21 dan 42 HST), diameter batang (14–56 HST), serta seluruh variabel hasil. Dosis kalium 6 g/L (K6) memberikan respons pertumbuhan vegetatif terbaik, sedangkan dosis 3 g/L (K3) lebih optimal pada variabel hasil. Pemberian kalsium berpengaruh nyata pada luas daun (21 dan 42 HST), jumlah daun (14 HST), diameter batang (14 HST), serta seluruh variabel hasil. Interaksi kalium dan kalsium berpengaruh nyata pada jumlah daun (14 dan 28 HST), diameter batang (14 dan 21 HST), bobot segar dan kering tanaman, bobot dan diameter buah, tingkat kemanisan, serta ketebalan daging buah. Kombinasi K3C2 menghasilkan bobot segar tanaman tertinggi (378 g), sedangkan kombinasi K6C5 menghasilkan mutu buah terbaik dengan tingkat kemanisan mencapai ±18° Brix
Abtrak (Bhs. Inggris)
Melon (Cucumis melo L.) cv. Golden Aroma is a high-value horticultural commodity; however, national production remains insufficient to meet market demand. This study aimed to determine the effects of potassium (KNO₃) and calcium (CaCO₃) fertilizers, as well as their interactions, on the growth and yield of Golden Aroma melon grown in a Dutch Bucket hydroponic system. The research was conducted from January to May 2026 in a screenhouse in Pasir Kulon Village, Karanglewas District, Banyumas Regency (110 m a.s.l.), using a two-factor Randomized Block Design (RBD) with 4 replications. The first factor was potassium dosage (0, 3, and 6 g/L), and the second factor was calcium dosage (0, 2.5, and 5 g/L). Data were analyzed using ANOVA at the 5% significance level, followed by DMRT. The results showed that potassium fertilizer significantly affected plant height (28–56 DAP), leaf area (21 and 42 DAP), stem diameter (14–56 DAP), and all yield variables. A potassium dose of 6 g/L (K6) promoted vegetative growth, whereas 3 g/L (K3) was optimal for yield parameters. Calcium application significantly influenced leaf area (21 and 42 DAP), leaf number (14 DAP), stem diameter (14 DAP), and all yield variables. The interaction between potassium and calcium significantly affected leaf number (14 and 28 DAP), stem diameter (14 and 21 DAP), plant fresh and dry weight, fruit weight and diameter, sweetness level, and flesh thickness. The K3C2 combination yielded the highest plant fresh weight (378 g), while K6C5 produced the best fruit quality with a sweetness level of ±18° Brix
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save