Home
Login.
Artikelilmiahs
5483
Update
AGUS FAJAR WIBOWO
NIM
Judul Artikel
STRATEGI PENERAPAN ALOKASI DANA DESA (ADD) DAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) UNTUK PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN WONOSOBO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
AGUS FAJAR WIBOWO, Program Pasca Sarjana Universitas Jenderal Soedirman, PERAN ALOKASI DANA DESA (ADD), PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) DAN BERAS MISKIN (RASKIN) BAGI PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN WONOSOBO DI KABUPATEN BANJARNEGARA. Kemiskinan merupakan kondisi di masyarakat yang senantiasa perlu mendapatkan perhatian untuk dikurangi jumlahnya atau dientaskan secara tuntas. Pemerintah senantiasa mengupayakan pengentasn kemiskinan, diantaranya dengan program alokasi Dana Desa (ADD), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dan Beras Miskin (Raskin). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa peran ADD, PNPM dan Raskin dalam pengentasan kemiskinan di Kabupaten Wonosobo. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang telah tersedia di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yaitu Bapermasdes, Badan Keluarga Berencana (Badan KB), Bagian Perekonomian dan Badan Pusat Statistik (BPS) serta Kecamatan di KabupatenWonosobo. Perbandingan data antar wilayah kecamatan (cross section) dan waktu (time series) menjadi olahan data Panel yang dianalisa berdasarkan 5 asumsi yang ada. Sehingga digunakan asumsi data panel dengan asumsi peran individu (kecamatan) yang paling memberikan pengaruh dalam uji persamaan bila dibandingkan dengan uji regresi dengan asumsi yang lainnya. Hasil uji menunjukkan pengaruh positif artinya keberadaan ADD, PNPM dn Raskin tidak mengurangi angka kemiskinan. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksinkronan antara program dengan realita di lapangan. Untuk itu perlu penjelas secara kualitatif hal apa saja yang menyebabkan program tidak berpengaruh bagi pengentasan kemiskinan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa program ADD dan PNPM belum diberdayakan untuk pengembangan kualitas dan kuantitas pengembangan ekonomi local masyarakat. Tetapi baik masyarakat maupun pemerintah terjebak dalam kegiatan fisik yang sebenarnya bisa ditalangi oleh masyarakat sendiri, dan tidak berupaya untuk memanfaatkan bagi pengembangan sektor pemberdayaan ekonomi lokal seperti kerajinan, peternakan perikanan dan lainnya untuk pengembangan pendapatan masyarakat. Beras miskin memberikan dampak positif bagi masyarakat yang memang benar membutuhgkan tetapi secara moril berpengaruh pada “kecemburuan” sehingga terdapat masyarakat yang sebenarnya tidak pantas menerima tyetapi menginginkan dan terpaksa m,endapatkan pembagian beras miskin.
Abtrak (Bhs. Inggris)
AGUS FAJAR WIBOWO, Program Pasca Sarjana Universitas Jenderal Soedirman, PERAN ALOKASI DANA DESA (ADD), PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) DAN BERAS MISKIN (RASKIN) BAGI PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN WONOSOBO DI KABUPATEN BANJARNEGARA. Kemiskinan merupakan kondisi di masyarakat yang senantiasa perlu mendapatkan perhatian untuk dikurangi jumlahnya atau dientaskan secara tuntas. Pemerintah senantiasa mengupayakan pengentasn kemiskinan, diantaranya dengan program alokasi Dana Desa (ADD), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dan Beras Miskin (Raskin). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa peran ADD, PNPM dan Raskin dalam pengentasan kemiskinan di Kabupaten Wonosobo. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang telah tersedia di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yaitu Bapermasdes, Badan Keluarga Berencana (Badan KB), Bagian Perekonomian dan Badan Pusat Statistik (BPS) serta Kecamatan di KabupatenWonosobo. Perbandingan data antar wilayah kecamatan (cross section) dan waktu (time series) menjadi olahan data Panel yang dianalisa berdasarkan 5 asumsi yang ada. Sehingga digunakan asumsi data panel dengan asumsi peran individu (kecamatan) yang paling memberikan pengaruh dalam uji persamaan bila dibandingkan dengan uji regresi dengan asumsi yang lainnya. Hasil uji menunjukkan pengaruh positif artinya keberadaan ADD, PNPM dn Raskin tidak mengurangi angka kemiskinan. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksinkronan antara program dengan realita di lapangan. Untuk itu perlu penjelas secara kualitatif hal apa saja yang menyebabkan program tidak berpengaruh bagi pengentasan kemiskinan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa program ADD dan PNPM belum diberdayakan untuk pengembangan kualitas dan kuantitas pengembangan ekonomi local masyarakat. Tetapi baik masyarakat maupun pemerintah terjebak dalam kegiatan fisik yang sebenarnya bisa ditalangi oleh masyarakat sendiri, dan tidak berupaya untuk memanfaatkan bagi pengembangan sektor pemberdayaan ekonomi lokal seperti kerajinan, peternakan perikanan dan lainnya untuk pengembangan pendapatan masyarakat. Beras miskin memberikan dampak positif bagi masyarakat yang memang benar membutuhgkan tetapi secara moril berpengaruh pada “kecemburuan” sehingga terdapat masyarakat yang sebenarnya tidak pantas menerima tyetapi menginginkan dan terpaksa m,endapatkan pembagian beras miskin.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save