Home
Login.
Artikelilmiahs
54692
Update
HERLINA PERMATASARI
NIM
Judul Artikel
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN BUAH DI PASAR INDUK MAJENANG KABUPATEN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pasar tradisional merupakan salah satu saluran distribusi utama komoditas hortikultura segar, termasuk buah-buahan. Penurunan jumlah pasar tradisional yang terjadi seiring dengan pertumbuhan pasar modern dan berkembangnya belanja daring menunjukkan adanya perubahan dalam struktur sarana perdagangan. Kondisi tersebut meningkatkan persaingan antarsaluran perdagangan sekaligus menggeser preferensi masyarakat dalam memilih tempat berbelanja. Pedagang buah di Pasar Induk Majenang masih mengandalkan pola penjualan konvensional, sementara fluktuasi harga serta kualitas buah yang tidak selalu konsisten menyebabkan konsumen semakin selektif dalam memilih tempat membeli buah yang dianggap mampu memenuhi kebutuhan dan harapan mereka. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memahami faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen sebagai dasar penyusunan strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi karakteristik konsumen yang membeli buah di Pasar Induk Majenang (2) menganalisis pengaruh faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis terhadap keputusan pembelian konsumen buah di Pasar Induk Majenang. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Induk Majenang, Kabupaten Cilacap pada bulan April hingga Juni 2026. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif eksplanatori terhadap 40 responden. Objek penelitian ini adalah faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian buah di Pasar Induk Majenang, yang meliputi faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Subjek penelitiannya yaitu konsumen yang melakukan pembelian buah di Pasar Induk Majenang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non probability sampling dengan metode accidental sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS).Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen buah di Pasar Induk Majenang didominasi oleh perempuan berusia produktif (18–59 tahun), berstatus menikah, berpendidikan SMA, serta sebagian besar merupakan ibu rumah tangga. Mayoritas responden memiliki sumber pendapatan keluarga yang berasal dari pekerjaan di instansi/perusahaan maupun usaha sendiri dengan pendapatan berkisar Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan, memiliki 1–2 tanggungan keluarga, serta berdomisili pada jarak sekitar 1–4 km dari Pasar Induk Majenang. Perilaku pembelian menunjukkan bahwa frekuensi pembelian buah cenderung tidak menentu dan dilakukan sesuai kebutuhan rumah tangga, dengan jeruk keprok sebagai jenis buah yang paling banyak dibeli serta rata-rata jumlah pembelian berkisar 1,1–2,0 kg per transaksi. Hasil analisis SEM-PLS menunjukkan bahwa faktor budaya, pribadi, dan psikologis berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian buah di Pasar Induk Majenang, sedangkan faktor sosial tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa keputusan konsumen lebih banyak dipengaruhi oleh kebiasaan berbelanja, karakteristik pribadi, serta pengalaman dan persepsi selama berbelanja, sementara pengaruh keluarga maupun kelompok referensi belum menjadi pertimbangan utama dalam menentukan tempat pembelian buah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Traditional markets serve as one of the primary distribution channels for fresh horticultural commodities, including fruits. The decline in the number of traditional markets, accompanied by the growth of modern retail markets and the expansion of online shopping, reflects changes in the structure of the retail distribution system. These developments have intensified competition among retail channels while shifting consumer preferences in choosing where to shop. Fruit vendors at Pasar Induk Majenang continue to rely on conventional selling practices, while fluctuations in fruit prices and inconsistent product quality have made consumers more selective in choosing where to purchase fruit based on their needs and preferences. This condition highlights the importance of understanding the factors influencing consumer purchase decisions as a basis for developing marketing strategies that are aligned with consumer characteristics. This study aims to (1) identify the characteristics of consumers purchasing fruits at Pasar Induk Majenang and (2) analyze the influence of cultural, social, personal, and psychological factors on consumers' fruit purchasing decisions at Pasar Induk Majenang. This research was conducted at Pasar Induk Majenang, Cilacap Regency, from April to June 2026. A survey method with a quantitative explanatory approach was employed involving 40 respondents. The object of this study was the factors influencing fruit purchasing decisions at Pasar Induk Majenang, including cultural, social, personal, and psychological factors. The research subjects were consumers who purchased fruits at Pasar Induk Majenang. The samples were selected using a non-probability sampling technique with an accidental sampling method. The collected data were analyzed using descriptive analysis and Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). The findings revealed that fruit consumers at Pasar Induk Majenang were predominantly married women of productive age (18–59 years), with a senior high school education, and most were housewives. The majority of respondents came from households whose primary sources of income were employment in companies or government institutions and self-employment, with monthly household incomes ranging from IDR 2 million to IDR 3 million. Most respondents had one to two family dependents and resided approximately 1–4 km from Pasar Induk Majenang. Their fruit purchasing behavior was generally irregular and based on household needs, with jeruk keprok (mandarin oranges) being the most frequently purchased fruit and an average purchase quantity of 1.1–2.0 kg per transaction. The SEM-PLS analysis showed that cultural, personal, and psychological factors had a positive and significant influence on fruit purchasing decisions at Pasar Induk Majenang, whereas social factors had no significant effect. These findings indicate that consumers' purchasing decisions were primarily influenced by shopping habits, personal characteristics, and their shopping experiences and perceptions, while the influence of family and reference groups was not a major consideration in determining where to purchase fruits.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save