Home
Login.
Artikelilmiahs
54639
Update
JASMINE HUSNA NURMAULIDYA
NIM
Judul Artikel
Membingkai Masa Depan : Konstruksi Sosial Pendidikan Inklusi Melalui Vokasi dalam Membangun Keterampilan Ekonomi Mandiri (Studi di Slbn Purbalingga)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperluas kesempatan individu untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Bagi penyandang disabilitas, pendidikan vokasi di Sekolah Luar Biasa (SLB) menjadi salah satu strategi untuk mengembangkan keterampilan yang mendukung kemandirian. Rendahnya keterlibatan penyandang disabilitas dalam dunia kerja menunjukkan bahwa lulusan SLB masih menghadapi hambatan dalam proses transisi menuju kehidupan ekonomi mandiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi sosial pendidikan vokasi dalam membentuk keterampilan ekonomi mandiri siswa di SLBN Purbalingga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi pustaka. Informan penelitian ditentukan melalui purposive sampling yang melibatkan guru vokasi, guru kehumasan, siswa, dan orang tua. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan vokasi di SLBN Purbalingga terbentuk melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi yang melibatkan sekolah, keluarga, siswa, serta mitra dunia usaha dan dunia industri. Program vokasi tidak hanya mengembangkan keterampilan kerja, tetapi juga membangun nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan identitas kerja siswa. Penguatan kemandirian ekonomi dilakukan melalui pembelajaran berbasis produk bernilai jual, pengalaman memperoleh pendapatan, pelaksanaan PKL, serta kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri. Dengan demikian, pendidikan vokasi di SLBN Purbalingga berfungsi sebagai proses konstruksi sosial yang mendukung terbentuknya kompetensi kerja sekaligus kemandirian ekonomi siswa penyandang disabilitas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Education plays a strategic role in improving the quality of human resources and expanding individuals’ opportunities to participate in social and economic life. For persons with disabilities, vocational education in special schools (Sekolah Luar Biasa/SLB) serves as an important strategy for developing skills that support independence. The low participation of persons with disabilities in the workforce indicates that SLB graduates still face barriers in transitioning toward economic independence. This study aims to analyze the social construction of vocational education in shaping students’ economic independence at SLBN Purbalingga. The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, semi-structured interviews, and a literature review. Research informants were selected through purposive sampling and included vocational teachers, public relations teachers, students, and parents. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model and validated through source triangulation. The findings indicate that vocational education at SLBN Purbalingga is constructed through processes of externalization, objectivation, and internalization involving the school, families, students, and partners from the business and industrial sectors. The vocational program not only develops students’ work skills but also fosters values of discipline, responsibility, and work identity. Economic independence is strengthened through product-based learning involving marketable products, opportunities to earn income, fieldwork practice (PKL), and partnerships with the business and industrial sectors. Thus, vocational education at SLBN Purbalingga functions as a process of social construction that supports the development of work competencies while fostering the economic independence of students with disabilities.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save