Home
Login.
Artikelilmiahs
54594
Update
HILMI AL HAZMI HIDAYA
NIM
Judul Artikel
LabellingTerhadap Mantan Pecandu Narkoba Di Desa Slarang Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pelabelan sosial terhadap mantan pecandu narkoba menjadi salah satu hambatan utama dalam proses reintegrasi sosial setelah menjalani rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pembentukan pelabelan sosial, memahami pemaknaan masyarakat terhadap mantan pecandu narkoba, serta mengidentifikasi bentuk-bentuk pelabelan yang diberikan kepada mantan pecandu narkoba di Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik penentuan informan secara purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi terhadap mantan pecandu narkoba, tokoh masyarakat, ketua RT, anggota Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), serta warga sekitar. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan landasan Teori Labeling Howard S. Becker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelabelan terbentuk melalui dua jalur, yaitu jalur formal melalui proses pendataan dan pemantauan dalam program IBM serta jalur informal melalui interaksi sosial, gosip, dan penyebaran informasi di lingkungan masyarakat. Masyarakat memaknai mantan pecandu narkoba secara kondisional, di mana penerimaan dipengaruhi oleh perubahan perilaku, keterlibatan dalam kegiatan sosial, dukungan keluarga, dan nilai-nilai keagamaan. Bentuk pelabelan yang muncul meliputi pemberian julukan negatif, pengawasan sosial yang berlebihan, pembatasan partisipasi sosial, serta ketidakpercayaan terhadap mantan pecandu narkoba. Temuan ini menunjukkan bahwa pelabelan tidak hanya memengaruhi identitas sosial individu, tetapi juga menghambat proses penerimaan dan reintegrasi sosial di masyarakat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Social labeling of former drug addicts remains a major obstacle to social reintegration after rehabilitation. This study analyzes how social labeling is formed, how the community interprets former drug addicts, and the forms of labeling directed at them in Slarang Village, Kesugihan District, Cilacap Regency. Using a qualitative descriptive approach with purposive sampling, data were collected through semi-structured interviews, observation, and documentation involving former drug addicts, community leaders, RT heads, IBM program members, and local residents. Data were analyzed using Miles and Huberman's interactive model, guided by Howard S. Becker's Labeling Theory. Findings show that social labeling forms through two pathways: a formal pathway via identification and monitoring in the IBM program, and an informal pathway through everyday interaction, gossip, and information circulation. Community acceptance is conditional, shaped by behavioral change, participation in social activities, family support, and religious values. Identified forms of labeling include negative nicknames, excessive social surveillance, restricted social participation, and persistent distrust. These findings indicate that social labeling shapes individuals' social identity while hindering their acceptance and successful reintegration into the community.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save