Home
Login.
Artikelilmiahs
54555
Update
ZIYYAN ASYROF SYARIF
NIM
Judul Artikel
ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA ANAK USIA 1-14 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Latar Belakang: Tuberkulosis pada anak tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan fisik, serta meningkatkan risiko komplikasi dan kematian; wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan mencatat proporsi kasus TB anak tertinggi di Kabupaten Banyumas (37,4%) pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang memengaruhi kejadian tuberkulosis pada anak usia 1–14 tahun di wilayah tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kasus-kontrol. Kelompok kasus terdiri dari anak usia 1–14 tahun yang didiagnosis menderita tuberkulosis, sedangkan kelompok kontrol terdiri dari anak usia 1–14 tahun tanpa tuberkulosis. Sampel penelitian berjumlah 132 responden 66 kasus dan 66 kontrol sehingga menghasilkan rasio 1:1. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih kelompok kasus maupun kontrol. Variabel yang diteliti meliputi jenis kelamin, perilaku mencuci tangan dengan sabun, etika batuk keluarga, kebiasaan membuka jendela dan ventilasi, riwayat vaksinasi BCG, paparan asap rokok, riwayat kontak, dan riwayat status gizi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara (menggunakan kuesioner) pada bulan Juni 2026 di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan. Analisis data dilakukan menggunakan metode univariat, bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik ganda). Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa perilaku mencuci tangan dengan sabun (OR = 2,938), etika batuk keluarga (OR = 4,286), paparan asap rokok (OR = 2,750), dan riwayat kontak (OR = 4,395) berhubungan dengan kejadian tuberkulosis pada anak. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa praktik mencuci tangan dengan sabun yang kurang baik (OR = 3,215), etika batuk keluarga yang kurang baik (OR = 5,066), dan riwayat kontak (OR = 4,395) merupakan faktor risiko, sedangkan riwayat status gizi kurang (OR = 0,077) berperan sebagai faktor protektif. Etika batuk keluarga merupakan faktor yang paling dominan (OR = 5,066). Kesimpulan: Praktik mencuci tangan dengan sabun, etika batuk keluarga, dan riwayat kontak merupakan faktor risiko, sedangkan status gizi merupakan faktor pelindung terhadap kejadian TB pada anak. Temuan ini mengisyaratkan perlunya memperkuat upaya pencegahan tuberkulosis pada anak melalui edukasi keluarga mengenai etika batuk yang benar dan praktik mencuci tangan dengan sabun, peningkatan pelacakan kontak bagi anak yang memiliki riwayat paparan terhadap individu yang terinfeksi, serta pemantauan rutin terhadap status gizi anak. Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan pencegahan penularan tuberkulosis dan mengurangi risiko kejadian tuberkulosis pada anak. Kata kunci: tuberkulosis anak, faktor risiko, kasus kontrol, etika batuk, mencuci tangan dengan sabun
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT Background: Childhood tuberculosis remains a public health issue that can impact physical growth and development, and even increase the risk of complications and mortality; the working area of the South Purwokerto Community Health Center (Puskesmas) recorded the highest proportion of childhood TB cases in Banyumas Regency (37.4%) in 2024. This study aimed to analyze the risk factors influencing the incidence of tuberculosis among children aged 1–14 years in that area. Methods: This study employed a case-control design. The case group consisted of children aged 1–14 years diagnosed with tuberculosis, while the control group consisted of children aged 1–14 years without tuberculosis. The sample comprised 132 respondents 66 cases and 66 controls resulting in a 1:1 ratio. Purposive sampling was used to select both the case and control groups. The variables studied included gender, handwashing behavior with soap, family cough etiquette, habits regarding opening windows and ventilation, BCG vaccination history, exposure to cigarette smoke, history of contact, and nutritional status history. Data were collected via interviews (using questionnaires) in June 2026 within the South Purwokerto Community Health Center's working area. Data analysis was conducted using univariate, bivariate (Chi-Square test), and multivariate (multiple logistic regression) methods. Results: Bivariate results indicated that handwashing behavior with soap (OR = 2.938), family cough etiquette (OR = 4.286), exposure to cigarette smoke (OR = 2.750), and history of contact (OR = 4.395) were associated with the incidence of tuberculosis in children. Multivariate analysis results indicate that poor handwashing practices with soap (OR = 3.215), poor family cough etiquette (OR = 5.066), and a history of contact (OR = 4.395) are risk factors, whereas a history of poor nutritional status (OR = 0.077) plays a protective role. Family cough etiquette is the most dominant factor (OR = 5.066). Conclusion: Handwashing practices with soap, family cough etiquette, and contact history are risk factors, while nutritional status is a protective factor regarding the incidence of TB in children. These findings imply a need to strengthen tuberculosis prevention efforts for children through family education on proper cough etiquette and handwashing with soap, improved contact investigation for children with a history of exposure to infected individuals, and regular monitoring of children's nutritional status. Such efforts are expected to enhance tuberculosis transmission prevention and reduce the risk of tuberculosis incidence among children. Keywords: childhood tuberculosis, risk factors, case control, cough etiquette, handwashing with soap
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save