Home
Login.
Artikelilmiahs
54533
Update
ADHYAGUNG NURENDRA WINARTO
NIM
Judul Artikel
TEACHER PERCEPTION ON STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY (A Descriptive-Qualitative Study at Grade VIII of SMP Negeri 3 Banyumas in the Academic Year of 2025/2026)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Winarto, Adhyagung Nurendra. (2026). “Persepsi guru tentang penguasaan kosakata siswa (studi deskriptif-kualitatif di Kelas VIII SMP Negeri 3 Banyumas tahun ajaran 2025/2026)” Pembimbing Skripsi, 1 : Nisa Roiyasa, S.Pd., M.Ed., TESOL. Pembimbing Skripsi, 2 : Novita Pri Andini, S.Pd., M.Pd. Ketua Penguji Eksternal : Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd. Penguji Eksternal: Erna Wardani, S.Pd. M.Hum. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Pendidikan Bahasa, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto. Kosakata memainkan peran penting dalam pembelajaran bahasa asing karena membentuk dasar untuk mengembangkan keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Dalam konteks pengajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) di sekolah menengah Indonesia, guru menghadapi berbagai tantangan pedagogis dalam menyampaikan pengajaran kosakata yang efektif yang selaras dengan tuntutan kurikulum modern. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru Bahasa Inggris mengenai strategi pengajaran kosakata, tantangan yang mereka hadapi, dan solusi yang mereka terapkan di kelas delapan SMP Negeri 3 Banyumas. Dengan menggunakan desain deskriptif-kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi kelas, dan analisis dokumen yang melibatkan seorang guru Bahasa Inggris berpengalaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru mengenai keterampilan kosakata siswa kelas VIII, mengidentifikasi tantangan pedagogis yang dihadapi, dan mengeksplorasi strategi pengajaran yang diterapkan untuk mengatasi tantangan tersebut di SMP Negeri 3 Banyumas pada tahun ajaran 2025/2026. Dengan pendekatan deskriptifkualitatif, pengumpulan data dilakukan secara sistematis melalui wawancara dengan seorang guru Bahasa Inggris kelas delapan. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik kualitatif Miles, Huberman, dan Saldana (2014), yang meliputi kondensasi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa: (1) guru melihat adanya tren dalam ukuran kosakata siswa karena siswa masih sangat bergantung pada bahasa ibu mereka (Indonesia) untuk komunikasi sehari-hari, yang membatasi paparan aktif bahasa Inggris, suatu aspek yang konsisten dengan Nation (2013) dan Ellis (2008) mengenai dampak dari masukan bahasa sasaran yang terbatas; (2) hambatan utama dalam pembelajaran kosakata tidak terletak pada keterbatasan kognitif siswa, melainkan pada keterbatasan lingkungan dan frekuensi pertemuan kata yang rendah di luar kelas, yang mendukung pernyataan Schmitt (2010) bahwa pembelajar membutuhkan banyak pertemuan ulang kontekstual untuk mempertahankan kata sasaran secara permanen; dan (3) guru melaporkan menerapkan beberapa strategi untuk meningkatkan daya ingat kata, termasuk bimbingan sebaya (pengajaran berpasangan), penyusunan daftar kosakata secara mandiri, analisis lagu rekreasi, dan pembuatan majalah dinding bahasa Inggris. Studi ini menyimpulkan bahwa metode pengajaran yang paling berdampak untuk memastikan retensi kosakata jangka panjang adalah dengan mengintegrasikan pengenalan kata berbasis teks yang dikontekstualisasikan, memungkinkan siswa untuk secara mandiri menghasilkan dan menerapkan daftar istilah yang ditargetkan langsung ke dalam produksi teks yang konstruktif, yang sangat memperkuat kerangka kerja Nation (2007) tentang pembelajaran bahasa berbasis output. Kata Kunci: Penguasaan Kosakata, Persepsi Guru, Strategi Pembelajaran Kontekstual, Studi Kualitatif.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT Winarto, Adhyagung Nurendra. (2026). “Teacher perception on students’ vocabulary mastery (a descriptive-qualitative study at Grade VIII of SMP Negeri 3 Banyumas in the academic year of 2025/2026)” Thesis Advisor 1 : Nisa Roiyasa, S.Pd., M.Ed., TESOL. Thesis Advisor 2 : Novita Pri Andini, S.Pd., M.Pd. Chief External Examiner : Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd. External Examiner: Erna Wardani, S.Pd. M.Hum. Ministry of Higher Education, Science, and Technology, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, Department of Language Education, English Language Education Study Program, Purwokerto. Vocabulary plays a crucial role in foreign language learning as it forms the foundation for developing listening, speaking, reading, and writing skills. In the context of English as a Foreign Language (EFL) instruction in Indonesian secondary schools, teachers face various pedagogical challenges in delivering effective vocabulary teaching that aligns with modern curriculum demands. To address this issue, this study aimed to explore English teacher’s perceptions regarding vocabulary teaching strategies, the challenges they encounter, and the solutions they implement in eighth-grade classrooms at SMP Negeri 3 Banyumas. Engaging a descriptive-qualitative design, data were collected through semi-structured interviews, classroom observations, and document analysis involving an experienced English teacher. This study aimed to describe teacher’s perceptions regarding grade VIII students' vocabulary skills, identify the pedagogical challenges encountered, and explore the instructional strategies implemented to overcome these challenges at SMP Negeri 3 Banyumas in the academic year of 2025/2026. By a descriptive-qualitative approach, data collection was systematically conducted through interviews with an eighth-grade English teacher. The gathered data were analyzed utilizing Miles, Huberman, and Saldana’s (2014) qualitative technique, which covers data condensation, data display, and conclusion drawing or verification. The research findings revealed that: (1) teachers perceived a trend in students' vocabulary size because students remain heavily reliant on their native language (Indonesian) for daily communication, which limits active English language exposure, an aspect consistent with Nation (2013) and Ellis (2008) regarding the impact of limited target language input; (2) the primary obstacle in vocabulary learning is not fixed in students' cognitive limitations, but rather in environmental limitations and a low frequency of word encounters outside the classroom, supporting Schmitt’s (2010) pronouncement that learners require multiple contextual re-encounters to retain target words permanently; and (3) teachers reported implementing several strategies to enhance word memory, including peer tutoring (pair teaching), autonomous vocabulary list compilation, recreational song analysis, and English wall magazine creation. The study concluded that the most impactful instructional method to secure long-term vocabulary retention is integrating contextualized text-based introduction of words, allowing students to independently generate and apply targeted term lists directly into constructive text production, which strongly reinforces Nation’s (2007) framework on outputbased language learning. Keywords: Contextual Learning Strategy, Qualitative Study, Teacher Perception, Vocabulary Mastery.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save