Home
Login.
Artikelilmiahs
5450
Update
ETI YAKOMINA MARKUS
NIM
Judul Artikel
POPULASI HAMA Callosobruchus chinensis (L) DAN KERUSAKAN BENIH KACANG HIJAU DALAM SIMPANAN PADA BERBAGAI KERAGAMAN SUHU DAN WADAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Eti Yakomina Markus P2AAIIO59, Program studi Agronomi,Program Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman. Populasi Hama Callosobruchus chinensis (L.) dan Kerusakan Benih Kacang Hijau dalam simpanan pada berbagai Keragaman Suhu dan Wadah. Dibawah bimbingan Dr.Ir. Agus Suyanto, SU sebagai pembimbing pertama dan Dr. Ir. Saparso, M.S. sebagai pembimbing kedua. Kacang hijau termasuk kedalam family Leguminocae yang cukup penting di Indonesia. Posisinya menempati urutan ketiga setelah kedelai dan kacang tanah. Kandungan gizi kacang hijau cukup baik karena mengandung vitamin B1 sebesar 0,64 mg, protein 22,2 g, lemak 1,2 g dan karbohidrat 62,9 g. Kacang hijau juga merupakan bahan baku industri pangan dan non pangan. Oleh karena itu, hasil-hasil panen perlu disimpan dengan terjaga untuk mencegah dan menghindari serta mengurangi kerugian sebelum hasil-hasil tersebut dikonsumsi dan didistribusikan. Penyimpanan adalah hal yang sangat penting dalam menentukan kualitas komoditas yang disimpan, karena dalam penyimpanan tersebut komoditas yang disimpan mengalami proses penyusutan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Salah satu penyebabnya adalah kumbang Callosobruchus chinensis (L.) (Coleoptera: Bruchidae) yang merupakan hama kosmopolit pada produk simpanan yang menginfestasi biji kacang hijau. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Departemen Pembenihan Tanaman Pusat Pengembangan dan Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Pertanian Cianjur. Pelalaksanaan penelitian mulai bulan September 2012 sampai Nopember 2012 Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengkaji laju peningkatan populasi hama C. chinensis dan kerusakan serta viabilitas benih kacang hijau pada berbagai suhu. 2) mengkaji laju peningkatan populasi hama C. chinensis dankerusakan serta viabilitas benih kacang hijau pada berbagai wadah. 3) mengkaji pada suhu dan wadah yang tepat untuk menekan dan mempertahankan viabilitas benih kacang hijau . Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan Kelompok Lengkap Uji Multilokasi yang terdiri dari dua faktor yaitu perlakunan suhu yang terdiri atas : suhu 22°C (S1) , 27°C (S2) dan 32°C (S3) dan perlakuan wadah terdiri atas bakul (S1M1) dan kaleng (S2M2) sebagai faktor ke dua, masing-masing terdiri dari tiga ulangan Parameter pengamatannya terdiri dari populasi serangga (telur, larva, pupa dan imago), Intensitas kerusakan, penurunan bobot benih, daya berkecambah, laju perkecambahan benih, analisis kimia glukosa, Setelah itu data yang didapat ditabulasi, dan dianalisis secara statistik. Data dalam bentuk persen terlebih dahulu ditransformasi ke dalam bentuk arsin √ % dan dianalisis dengan teknik sidik ragam (ANOVA) pada taraf kesalahan 5 %. Apabila berpengaruh nyata pada taraf kesalahan 5 % maka dilakukan uji lanjutan yaitu digunakan uji Duncan Multiple Range Test ( DMRT) Hasil penelitian menunjukan bahwa suhu dan wadah yang tepat untuk penyimpanan benih adalah pada suhu 32°C dan wadah kaleng karena dapat menekan tingkat populasi hama C. chinensis dan kerusakan yang ditimbulkan sehingga viabilitas perkecambahan benih kacang hijau dapat dipertahankan
Abtrak (Bhs. Inggris)
Mungbean is a leguminocaefamily, that is quite important in Indonesia. It’s inthirdposition after soybean and peanut. Thenutrient content of Mungbean is quite good because it contained vitamin B1 0.64 mg, 22.2 g protein, 1.2 g fat and 62.9 g carbohydrate. Mung bean are also a basic ingredient of food and non-food industries. Therefore, the crops need to be stored in a warehouse to prevent, avoid and reduce the financial loss before thecrops are consumed and distributed. Storing is very important to determining the quality of stored commodities. Thestored commodities is in shrinkage process both quantitatively and qualitatively. One of the causes is the Callosobruchus chinensis (L.) (Coleoptera: Bruchidae) beetle that is a cosmopolitan pest in storing products that infests the mung beans. This research was conducted in the seed technology laboratory, Plant Breeding Department of Vocational Education Development Center for Agriculture (VEDCA).The implementation of this research started on September 2012 until November 2012. This research aimed to 1) analyze the increasing rate ofC . chinensis pest population,its damage and viability of mungbean at various temperatures. 2) Analyze the increasing rate of the C . chinensis pest population, it’sdamage and the viability of mungbean in different containers. 3) analyze the proper temperatures and containers to reduce and maintain the viability of mung bean. The design in this researchwas multilocations factorial experimental design andthat is consisted of two factors. It’s some temperature treatment such as: the temperature of 22 ° C (S1), 27 ° C (S2) and 32 ° C (S3) and the container treatments,consisted of a basket (S1M1) and tin (S2M2) as a second factor.The every factorconsists of three replications. The measured variables were insect populations (egg, larva, pupa and imago), the intensity of damage, seed weight reduction, viability, rate of viability, and glucosacontent. The obtained data was tabulated and thanstatistically analyzed.The data in the form of percent wastransformed using arsin √% and analyzed by analysis of variance (ANOVA) at the 5% level error. If a significant effect was on the level of 5% error, then further testing was conducted using test Duncan Multiple Range Test (DMRT) The results have showed that the temperature and the proper containers for seed storingis 32 ° C and tin containers because it can suppress the pest population level of C. chinensis.The optimal result can be increase the viability of seed.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save