Home
Login.
Artikelilmiahs
54475
Update
ANNISA ISTIQOMAH
NIM
Judul Artikel
PENGARUH KEPADATAN PENDUDUK, GARIS KEMISKINAN, DAN RLS TERHADAP KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN DI PROVINSI DIY (2014-2024)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki karakteristik pembangunan yang khas, yaitu mencatat pertumbuhan ekonomi yang baik, tetapi masih menghadapi tingkat ketimpangan distribusi pendapatan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepadatan penduduk sebagai dampak dari urbanisasi, garis kemiskinan sebagai indikator tekanan biaya hidup, dan rata-rata lama sekolah sebagai indikator tingkat pendidikan terhadap ketimpangan distribusi pendapatan kabupaten/kota di Provinsi DIY. Penelitian ini menggunakan data sekunder berbentuk data panel lima kabupaten/kota selama periode 2014-2024 sehingga diperoleh 55 observasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel. Model estimasi yang digunakan adalah Random Effect Model (REM) berdasarkan hasil Uji Chow dan Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan variabel kepadatan penduduk dan garis kemiskinan tidak berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan distribusi pendapatan. Sementara itu, variabel rata-rata lama sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan distribusi pendapatan di Provinsi DIY. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa upaya mengurangi ketimpangan distribusi pendapatan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta perlu dilakukan melalui pemerataan akses dan kualitas pendidikan yang diikuti dengan peningkatan keterkaitan antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Selain itu, pemerintah daerah perlu mendorong pemerataan pembangunan ekonomi antarwilayah melalui pengembangan pusat-pusat pertumbuhan, peningkatan infrastruktur, serta perluasan kesempatan usaha dan lapangan kerja agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Special Region of Yogyakarta has a distinctive development characteristic, as it has consistently recorded strong economic growth while continuing to experience a high level of income inequality. This study aims to analyze the effect of population density as a proxy for urbanization, the poverty line as an indicator of cost-of-living pressure, and mean years of schooling as an indicator of educational attainment on income inequality across regencies and municipalities in the Special Region of Yogyakarta. This study employs secondary panel data covering five regencies/municipalities during the 2014–2024 period, resulting in a total of 55 observations. This study adopts a quantitative approach using panel data regression analysis. Based on the Chow and Hausman tests, the Random Effect Model (REM) was selected as the appropriate estimation model. The findings indicate that increases in population density and the poverty line have no significant effect on income inequality. Meanwhile, mean years of schooling has a positive and statistically significant effect on income inequality in the Special Region of Yogyakarta. The findings imply that efforts to reduce income inequality in the Special Region of Yogyakarta should focus on improving the equity of access to and quality of education while strengthening the linkage between education and labor market needs. In addition, the local government should promote more balanced regional economic development through the establishment of new growth centers, infrastructure improvement, and the expansion of business opportunities and employment to ensure that the benefits of economic growth are distributed more equitably.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save