Home
Login.
Artikelilmiahs
5447
Update
AHMADI MUSLIM
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA IKAN MAS DI WADUK CIRATA KABUPATEN CIANJUR DENGAN POLA PEMBIAYAAN SISTEM IJON DAN SISTEM KREDIT BANK
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Usaha budidaya ikan mas dengan sistem KJA (Keramba Jaring Apung) di Waduk Cirata Kabupaten Cianjur dijalankan dengan pola pembiayaan sistem ijon dan sistem kredit bank. Kedua pola pembiayaan yang digunakan memiliki beberapa kelemahan sehingga mempengaruhi kelayakan usaha budidaya yang dijalankan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan dan sensitivitas usaha budidaya pada kedua pola pembiayaan tersebut.Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan teknik pengambilan sampel acak dan berstrata secara proporsional (proportionate stratified random sampling) pada sistem ijon dan sensus pada sistem kredit bank.Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara terhadap 49 responden pada sistem ijon dan 7 responden pada sistem kredit bank. Analisis kelayakan usaha dilakukan dengan menghitung net present value (NPV), payback period (PBP), internal rate of return (IRR)dan net benefit cost ratio (NBCR), yang dilanjutkan dengan analisis sensitivitas dengan metode switching value.Hasil analisis kelayakan menunjukkan bahwa kedua pola pembiayaan masih layak untuk dilakukan, dengan kriteria kelayakan pada sistem ijon dan sistem kredit bank: (1) NPVRp 30.716.376,00 dan Rp 34.286.901,00, (2) NBCR 2,35 dan 2,49 (3) IRR 55,74 persen dan 59,59 persen, serta (4) PBP 4,16 dan 4,01. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usaha budidaya yang dilakukan sensitif jika terjadi peningkatan biaya operasional yang diikuti dengan penurunan penerimaan masing-masing sebesar 5,20 persen pada sistem ijon dan 6,80 persen pada sistem kredit bank.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Aquaculture business on floating net cage of Cyprinus carpio in Cirata Reservoir, Cianjur is funded by “ijon” and bank credit systems. The aims of this research were to analyse the feasibility and the sensitivity of both funding system on the aquaculture business.The research applied by survey with proportionate straitified random sampling for “ijon” system and census for bank credit system of farmers. Data were collected by interview to 49 respondents of “ijon” system and 7 respondents of bank credit system. The feasibility of aquaculture business was analysed by calculating net present value (NPV), payback period (PBP), internal rate of return (IRR) and net benefit cost ratio (NBCR) then, sensitivity analyse by applying scenario 1, scenario 2, and scenario 3.The results shown that both funding systems on the aquculture business were feasible, correspondent to criteria: (1) NPV with Rp 30,716,376.00 and Rp 34,286,901.00, (2) NBCR with 2.35 and 2.49 (3) IRR with 55.74 percent and 59.59 percent, and (4) PBP with 4.16 and 4.01 for “ijon” and bank credit systems. The results of sensitivity analysis shown that both funding systems on the aquculture business were sensitive to increasing of cost followed by decreasing of revenue with 5.20 percent to “ijon” system and 6,80 percent to credit system.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save