Home
Login.
Artikelilmiahs
54459
Update
DESTIA BELLA PRATIWI
NIM
Judul Artikel
ASPEK FISIOLOGIS DAN HASIL PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) AKIBAT APLIKASI PAKLOBUTRAZOL
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan hortikultura yang bernilai ekonomis tinggi dan dimanfaatkan secara baik skala rumah tangga maupun industri baik dalam negeri maupun kebutuhan ekspor. Tingginya kebutuhan akan bawang merah namun produktivitasnya kurang stabil menyebabkan terjadinya fluktuasi harga, sehingga diperlukan peningkatan produktivitas bawang merah dalam negeri sebagai faktor pendukung produktivitas. Penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) menjadi faktor pendukung yang dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan bawang merah salah satunya yaitu penggunaan paklobutrazol. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh konsentrasi paklobutrazol yang efektif terhadap aspek fisiologis tanaman bawang merah, (2) mengetahui pengaruh konsentrasi paklobutrazol yang efektif terhadap hasil bawang merah. Penelitian ini dilakukan di lahan sawah di Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura dan Laboratorium Teknologi Pangan Fakultas Pertanian UNSOED pada bulan Juni 2025 hingga Januari 2026. Rancangan yang dilakukan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) non faktorial 5 ulangan yang terdiri dari 5 perlakuan konsentrasi masing-masing 52,5 ppm, 39,375 ppm, 26,250 ppm, 13,125 ppm dan 0 ppm. Data yang diperoleh dari penelitian di analisis ragam dan menggunakan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi paklobutrazol memberikan pengaruh nyata terhadap luas daun, jumlah daun, kerapatan stomata, bobot segar, bobot kering, indeks fitotoksisitas, kadar pati tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, dan kadar klorofil. Konsentrasi paklobutrazol yang efektif terhadap pertumbuhan, aspek fisiologis dan hasil tanaman bawang merah adalah 13,125 ppm.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Shallot (Allium ascalonicum L.) is a high-value horticultural crop widely utilized for household consumption as well as domestic and export industries. Despite its high demand, shallot productivity remains unstable, resulting in price fluctuations. Therefore, efforts to improve domestic shallot productivity are essential to ensure sustainable production. One approach to enhancing productivity is the application of plant growth regulators (PGRs), particularly paclobutrazol. This study aimed to (1) determine the effective concentration of paclobutrazol on the physiological characteristics of shallot plants and (2) determine the effective concentration of paclobutrazol on shallot yield. The experiment was conducted from June 2025 to January 2026 in a paddy field located in Datar Village, Sumbang District, Banyumas Regency, and at the Agronomy and Horticulture Laboratory and the Food Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The study employed a non-factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with five replications and five paclobutrazol concentrations, namely 52.5, 39.375, 26.250, 13.125, and 0 ppm (control). The collected data were subjected to analysis of variance (ANOVA), followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at the 5% significance level. The results showed that paclobutrazol concentration significantly affected leaf area, leaf number, stomatal density, fresh bulb weight, dry bulb weight, phytotoxicity index, and starch content, but had no significant effect on plant height or chlorophyll content. The application of paclobutrazol at a concentration of 13.125 ppm was the most effective treatment for improving plant growth, physiological characteristics, and yield of shallot.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save