Home
Login.
Artikelilmiahs
54458
Update
AMELIA SEPTIANI KANIA PUTRI
NIM
Judul Artikel
GEOLOGI DAN STUDI FASIES BATUBARA FORMASI MUARA ENIM SERTA HUBUNGANNYA DENGAN KUALITAS BATUBARA DI TAMBANG BANKO TENGAH A, MUARA ENIM, SUMATERA SELATAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Variasi kualitas batubara dipengaruhi oleh kondisi geologi selama proses pembentukannya, terutama lingkungan pengendapan yang menghasilkan fasies batubara yang berbeda. Kajian mengenai hubungan antara fasies pengendapan dan kualitas batubara pada Formasi Muara Enim di Tambang Banko Tengah A masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menginterpretasikan kondisi geologi, mengidentifikasi fasies batubara, serta menganalisis hubungan antara fasies pengendapan dan kualitas batubara. Metode yang digunakan meliputi interpretasi kondisi geologi berdasarkan data geologi regional dan geomorfologi, analisis elektrofasies secara kualitatif menggunakan well log yang divalidasi dengan data inti bor, serta analisis parameter kualitas batubara yang meliputi nilai proksimat, nilai kalor, dan total sulfur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian termasuk ke dalam Formasi Muara Enim yang tersusun atas litologi batupasir, batulempung, dan batubara. Secara geomorfologi, daerah penelitian berada pada Satuan Perbukitan Denudasional Sayap Antiklin Muara Enim yang telah mengalami perubahan menjadi Satuan Ekskavasi Banko Tengah A akibat aktivitas penambangan. Hasil analisis sumur bor mengindikasikan lingkungan pengendapan upper delta plain hingga transitional lower delta plain. Batubara pada lingkungan upper delta plain cenderung memiliki kualitas sedikit lebih baik, ditunjukkan oleh nilai kalor yang lebih tinggi dan kandungan sulfur yang lebih rendah dibandingkan batubara pada lingkungan transitional lower delta plain. Berdasarkan ASTM D-388, batubara pada kedua lingkungan tersebut termasuk ke dalam peringkat sub-bituminous A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi lingkungan pengendapan memengaruhi karakteristik kualitas batubara, sedangkan peringkat batubara lebih dipengaruhi oleh proses pembatubaraan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Variations in coal quality are influenced by geological conditions during the formation process, particularly the depositional environment, which produces different coal facies. Studies on the relationship between depositional facies and coal quality in the Muara Enim Formation at the Banko Tengah A Mine remain limited. Therefore, this study aims to interpret geological conditions, identify coal facies, and analyze the relationship between depositional facies and coal quality. The methods used include interpretation of geological conditions based on regional geological and geomorphological data, qualitative electrofacies analysis using well logs validated with core data, and analysis of coal quality parameters, including proximate analysis, calorific value, and total sulfur. The results of the study indicate that the study area is part of the Muara Enim Formation, which consists of sandstone, shale, and coal lithologies. Geomorphologically, the study area is located within the Denudational Hills Unit of the Muara Enim Anticline Wing, which has been transformed into the Banko Tengah A Excavation Unit due to mining activities. The results of the borehole analysis indicate a depositional environment ranging from an upper delta plain to a transitional lower delta plain. Coal from the upper delta plain environment tends to be of slightly better quality, as indicated by a higher calorific value and lower sulfur content compared to coal from the transitional lower delta plain environment. Based on ASTM D-388, coal from both environments falls into the sub-bituminous A grade. The results of this study indicate that variations in the depositional environment influence the quality characteristics of coal, whereas the coal grade is more strongly influenced by the coalification process.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save