Home
Login.
Artikelilmiahs
54427
Update
SHAFARA DHUHA 'AFANIRAZAHRA
NIM
Judul Artikel
AN ANALYSIS OF MULTIMEDIA PRINCIPLES REFLECTED IN EFL TIKTOK VIDEO CONTENT (A Qualitative Content Analysis of Multimedia Design in the @efeindonesia Account Based on Mayer’s Cognitive Theory of Multimedia Learning)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Platform media sosial seperti TikTok telah menjadi wadah inovatif untuk pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) secara informal melalui video edukatif berdurasi pendek. Namun, desain konten instruksional mungkin tidak selaras dengan prinsip-prinsip multimedia berdasarkan Teori Kognitif Pembelajaran Multimedia (CTML), yang dapat mendukung proses kognitif pelajar melalui kategori panduan untuk mengurangi pemrosesan yang tidak relevan, mengelola pemrosesan yang esensial, dan mendorong pemrosesan generatif. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis prinsip-prinsip multimedia apa saja yang tercermin dalam konten EFL TikTok dari salah satu akun yang secara aktif menyediakan konten video pembelajaran bahasa Inggris, yaitu @efeindonesia. Penelitian ini menggunakan analisis konten kualitatif dengan pendekatan pengkodean berbasis teori dengan menganalisis 37 video dari akun tersebut sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedelapan prinsip multimedia yang diadaptasi tercermin dalam video-video tersebut. Prinsip Koherensi tercermin dalam 33 video, yang menunjukkan bahwa sebagian besar video yang dianalisis mempertahankan fokus instruksional dan meminimalkan gangguan yang tidak perlu. Prinsip Pemberian Sinyal tercermin dalam seluruh 37 video, yang menunjukkan bahwa akun tersebut memprioritaskan penekanan pada poin-poin penting dengan dukungan isyarat visual. Prinsip Kontiguitas Spasial tercermin dalam 36 video, yang menunjukkan bahwa elemen-elemen instruksional yang terkait sebagian besar ditempatkan berdekatan satu sama lain. Prinsip Kontiguitas Temporal tercermin dalam 19 video, yang menunjukkan bahwa narasi lisan dan teks di layar tidak selalu ditampilkan secara bersamaan. Prinsip Segmentasi tercermin dalam 28 video, yang menunjukkan bahwa segmentasi informasi umumnya diterapkan. Prinsip Modalitas tercermin dalam 33 video, yang menunjukkan bahwa sebagian besar video menggabungkan elemen visual instruksional dengan penjelasan verbal. Prinsip Personalisasi tercermin hanya dalam 11 video, yang menunjukkan bahwa penggunaan bahasa percakapan jarang diterapkan karena penyajiannya yang ringkas. Prinsip Suara tercermin dalam 35 video, yang menunjukkan bahwa video yang dianalisis secara konsisten menggunakan narasi manusia sebagai penjelasan verbal. Secara keseluruhan, desain multimedia akun @efeindonesia memprioritaskan penyampaian informasi yang jelas dan efisien melalui instruksi berbasis teks yang terorganisir dengan baik, isyarat visual yang kuat, penyampaian yang ringkas, dan narasi manusia yang alami, daripada interaksi percakapan yang ekstensif. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip multimedia dalam konten video TikTok untuk pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) perlu dipahami sebagai desain instruksional yang fleksibel, karena prinsip-prinsip yang berbeda mungkin mendapat perhatian yang berbeda-beda tergantung pada tujuan pembelajaran, gaya komunikasi, dan karakteristik platform pembelajaran berdurasi pendek.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Social media platforms such as TikTok have become innovative platforms for informal EFL learning through short-form educational videos. However, instructional content design may not align with multimedia principles based on the Cognitive Theory of Multimedia Learning (CTML), which could support learners’ cognitive processing through categories of guidance for reducing extraneous processing, managing essential processing, and fostering generative processing. Therefore, this research aimed to identify and analyze what multimedia principles were reflected in the EFL TikTok content of one of the accounts that actively provides English-learning video content, namely @efeindonesia. This research utilized a qualitative content analysis with a theory-driven coding approach by analyzing 37 videos from the account as the sample. This research showed that all eight adapted multimedia principles were reflected. Coherence Principle was reflected in 33 videos, indicating that most of the analyzed videos maintained instructional focus and minimized unnecessary distractions. Signaling Principle was reflected in all 37 videos, indicating that the account prioritized highlighting key points with the support of visual cues. Spatial Contiguity Principle was reflected in 36 videos, indicating that related instructional elements were mostly placed in proximity to one another. Temporal Contiguity Principle was reflected in 19 videos, indicating that spoken narration and on-screen text were not always displayed simultaneously. Segmenting Principle was reflected in 28 videos, indicating that information segmentation was generally applied. Modality Principle was reflected in 33 videos, indicating that most videos combined instructional visual elements with verbal explanations. Personalization Principle was reflected in only 11 videos, indicating that the use of conversational language was rarely applied due to the concise presentation. Voice Principle was reflected in 35 videos, indicating that the videos consistently used human narration as the verbal explanations. Overall, the multimedia design of the @efeindonesia account prioritized clear and efficient information delivery through well-organized text-based instruction, heavy visual cues, concise delivery, and natural human narration rather than extensive conversational interaction. These results suggest that the application of multimedia principles in EFL TikTok video content should be understood as a flexible instructional design, as different principles may receive different amounts of attention depending on instructional objectives, communication styles, and the characteristics of short-form learning platforms.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save