Home
Login.
Artikelilmiahs
54358
Update
PUTRI GALUH PERMATASARI
NIM
Judul Artikel
Studi Kasus: Gambaran Penerapan Terapi Tiup Balon Terhadap Saturasi Oksigen pada Pasien Dengan Efusi Pleura Post Pungsi Pleura di Ruang Cendana RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Efusi pleura merupakan penumpukan cairan abnormal di rongga pleura akibat ketidakseimbangan antara produksi dan absorpsi. Penumpukan cairan tersebut menyebabkan penurunan volume paru dan berdampak pada terganggunya proses pertukaran gas yang memicu keluhan sesak napas. Terapi tiup balon adalah latihan pernapasan yang menghasilkan tekanan positif pada saluran napas sehingga dapat mempertahankan keterbukaan alveoli, mencegah kolaps paru, meningkatkan ventilasi, serta mengurangi usaha napas. Metodologi: Metodologi penelitian studi kasus menggunakan dua responden dengan efusi pleura post-pungsi pleura dan terbagi menjadi satu responden yang diberikan terapi dan satu responden yang tidak diberikan terapi. Penelitian dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan pemberian terapi tiup balon sebanyak satu kali dalam sehari dan durasi terapi selama 10 menit yang terdiri dari tiga sesi. Pengukuran dilakukan dengan pre-test dan post-test. Hasil Penelitian: Responden berusia 60 dan 61 tahun, tingkat pendidikan SD dan SMA, dan tidak bekerja. Hasil penelitian pemberian terapi tiup balon pada responden yang diberikan terapi meningkatkan saturasi oksigen dengan rata-rata peningkatan 95%. Sedangkan pada responden yang tidak diberikan terapi terjadi peningkatan minimun dengan rata-rata 90,3%. Kesimpulan: Pemberian terapi tiup balon pada responden yang diberikan terapi memiliki hasil peningkatan terhadap saturasi oksigen dibandingkan dengan responden yang tidak diberikan terapi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Pleural effusion is an abnormal accumulation of fluid in the pleural cavity resulting from an imbalance between fluid production and absorption. Accumulated fluid reduces lung volume and impairs gas exchange, leading to shortness of breath. Balloon inflation therapy is a breathing exercise that generates positive pressure in the airways, thereby maintaining alveolar patency, preventing lung collapse, improving ventilation, and reducing respiratory effort. Method: This study case research method used two respondents with pleural effusion post-pleural puncture, divided into one participant who received therapy and one who did not. The study was conducted over three consecutive days, with balloon-blowing therapy administered once daily. Each 10-minute therapy session consisted of three cycles. Measurements were taken using pre-test and post-test during the intervention. Results: The respondents were aged 60 and 61 years, with educational backgrounds of elementary and high school, and were currently unemployed. The results of the study showed that balloon inflation therapy increased oxygen saturation in the participants who received the therapy, with an average increase of 95%. In contrast, the participants who did not receive the therapy showed a minimal increase, with an average of 90.3%. Conclusion: Balloon-blowing therapy resulted in an increase in oxygen saturation among the participants who received the therapy compared to those who did not. Keywords: Pleural effusion, respiratory distress, balloon-blowing therapy
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save