Home
Login.
Artikelilmiahs
54333
Update
KAYLA SILVIA MUTI'AH
NIM
Judul Artikel
AUDIT DEFISIENSI INFRASTRUKTUR BERBASIS HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT, AND RISK CONTROL (HIRARC) PADA LOKASI RAWAN KECELAKAAN BERDASARKAN ANGKA EKIVALEN KECELAKAAN (AEK)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Peningkatan angka kecelakaan lalu lintas di Kota Bandung, khususnya pada ruas jalan kolektor sekunder, menuntut penanganan keselamatan yang terstruktur dan berbasis data. Penelitian ini bertujuan menentukan ruas jalan yang tergolong lokasi rawan kecelakaan, mengaudit kondisi infrastrukturnya, serta menetapkan tingkat risiko kecelakaan sebagai dasar penentuan prioritas penanganan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif berdasarkan data kecelakaan periode 2019–2024 dari Polrestabes Bandung. Penentuan ruas prioritas dilakukan melalui analisis Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) dan Upper Control Limit (UCL), dilanjutkan dengan audit keselamatan jalan yang mencakup aspek geometrik, kondisi perkerasan menggunakan Pavement Condition Index (PCI), kelengkapan fasilitas perlengkapan jalan, dan kondisi area bebas (clear zone), serta analisis risiko menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jalan LRE Martadinata, Jalan Rajawali Timur, dan Jalan Prof. Dr. Soerya Soemantri merupakan lokasi rawan kecelakaan (black spot) dengan tingkat kerawanan tertinggi. Audit mengungkap berbagai defisiensi infrastruktur, antara lain jarak pandang henti yang tidak memenuhi standar, kerusakan perkerasan, marka jalan pudar, serta keberadaan objek tetap yang menjadi hazard pada area bebas. Analisis HIRARC mengidentifikasi potensi bahaya berkategori risiko tinggi, terutama pada aspek alat penerangan jalan dan jalur pejalan kaki (trotoar). Temuan ini menegaskan bahwa defisiensi elemen fisik jalan berkontribusi signifikan terhadap risiko keselamatan, sehingga rekomendasi penanganan diarahkan pada rekayasa teknik (engineering control) untuk aspek berisiko tinggi guna meningkatkan keselamatan jalan secara berkelanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The rising number of traffic accidents in Bandung City, particularly on secondary collector roads, calls for structured, data-driven safety interventions. This study aims to identify accident-prone road segments, audit their infrastructure conditions, and determine accident risk levels to establish handling priorities. A descriptive method combining quantitative and qualitative approaches was employed, using accident data for the 2019–2024 period obtained from Polrestabes Bandung. Priority segments were determined through Equivalent Accident Number (AEK) and Upper Control Limit (UCL) analysis, followed by a road safety audit covering geometric aspects, pavement condition using the Pavement Condition Index (PCI), completeness of road equipment facilities, and clear zone conditions, as well as risk analysis using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) method. The results show that Jalan LRE Martadinata, Jalan Rajawali Timur, and Jalan Prof. Dr. Soerya Soemantri are identified as black spots with the highest vulnerability levels. The audit revealed various infrastructure deficiencies, including substandard stopping sight distance, pavement damage, faded road markings, and the presence of fixed hazardous objects within the clear zone. HIRARC analysis identified high-risk hazards, particularly related to street lighting and pedestrian facilities (sidewalks). These findings confirm that deficiencies in physical road elements contribute significantly to safety risk, and thus handling recommendations are directed toward engineering controls for high-risk aspects to sustainably improve road safety.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save