Home
Login.
Artikelilmiahs
54328
Update
PUTRI SEKARJATI MARYANTO
NIM
Judul Artikel
Efektivitas Ekstrak Gulma Marsilea crenata Presl sebagai Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kulit merupakan organ terluar tubuh manusia yang rentan mengalami infeksi bakteri, di antaranya Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis yang dapat menyebabkan berbagai infeksi kulit. Pengobatan infeksi bakteri dapat dilakukan dengan antibakteri yang diperoleh dari bahan alami, salah satunya ekstrak tanaman. Marsilea crenata diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri, namun informasi mengenai aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% M. crenata terhadap S. aureus dan S. epidermidis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan antibakteri ekstrak M. crenata dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan S. epidermidis dan menentukan konsentrasi ekstrak M. crenata yang paling efektif di antara konsentrasi 20%, 40%, dan 60% dalam menghambat pertumbuhan S. aureus dan S. epidermidis. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri atas lima kelompok, yaitu ekstrak M. crenata 20%, 40%, 60%, kontrol negatif dan kontrol positif. Variabel bebas yang digunakan adalah konsentrasi ekstrak gulma M. crenata. Variabel terikat adalah daya hambat ekstrak M. crenata terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus dan S. epidermidis. Parameter utama yang diukur dalam penelitian ini adalah diameter zona hambat, sedangkan parameter pendukung yaitu kandungan senyawa aktif ekstrak M. crenata (flavonoid, tanin, dan saponin). Pembuatan ekstrak M. crenata menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% M. crenata positif mengandung flavonoid, tanin, dan saponin serta menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dan S. epidermidis. Konsentrasi ekstrak 60% menghasilkan diameter zona hambat terbesar, yaitu 10,2 mm terhadap S. aureus dan 10,0 mm terhadap S. epidermidis. Hasil uji Kruskal–Wallis menunjukkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak berpengaruh signifikan terhadap aktivitas antibakteri (p < 0,05). Dengan demikian, ekstrak etanol 70% M. crenata berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber senyawa antibakteri alami terhadap kedua bakteri uji.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Skin is the outermost organ of the human body and is susceptible to bacterial infections, including those caused by Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis, which can lead to various skin infections. Bacterial infections can be treated using antibacterial agents derived from natural sources, one of which is plant extracts. Marsilea crenata is known to contain secondary metabolites, such as flavonoids, tannins, and saponins, which have potential antibacterial properties. However, information regarding the antibacterial activity of 70% ethanol extract of M. crenata against S. aureus and S. epidermidis remains limited. This study aimed to evaluate the antibacterial activity of M. crenata extract against the growth of S. aureus and S. epidermidis and to determine the most effective concentration of M. crenata extract (20%, 40%, and 60%) for inhibiting the growth of S. aureus and S. epidermidis. This study employed an experimental design using a Completely Randomized Design (CRD). The treatments consisted of five groups: 20%, 40%, and 60% M. crenata extract, a negative control, and a positive control. The independent variable was the concentration of M. crenata extract, while the dependent variable was the inhibitory activity of the extract against the growth of S. aureus and S. epidermidis. The primary parameter measured was the diameter of the inhibition zone, whereas the supporting parameter was the presence of active compounds in the M. crenata extract (flavonoids, tannins, and saponins). The extract was prepared using the maceration method with 70% ethanol as the solvent. The data were analyzed using the Kruskal–Wallis test followed by the Mann–Whitney test. The results showed that the 70% ethanol extract of M. crenata tested positive for flavonoids, tannins, and saponins and exhibited antibacterial activity against both S. aureus and S. epidermidis. The 60% extract concentration produced the largest inhibition zones, measuring 10.2 mm against S. aureus and 10.0 mm against S. epidermidis. The Kruskal–Wallis test indicated that differences in extract concentration had a significant effect on antibacterial activity (p < 0.05). Therefore, the 70% ethanol extract of M. crenata has the potential to be developed as a natural source of antibacterial compounds against both test bacteria.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save