Home
Login.
Artikelilmiahs
54322
Update
SHAFA RAMADHINA
NIM
Judul Artikel
Penurunan Kadar BOD, COD, dan TSS Limbah Cair Pembuatan Tahu Menggunakan Proses Elektrokoagulasi Dibantu Biokoagulan Biji Pepaya
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Limbah cair industri tahu mengandung bahan organik, senyawa nitrogen, fosfor, minyak dan lemak, serta padatan tersuspensi yang tinggi sehingga dapat mencemari lingkungan apabila dibuang tanpa pengolahan. Kandungan pencemar tersebut berasal dari proses pengolahan kedelai yang dapat meningkatkan pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berat dan ukuran biokoagulan biji pepaya, kecepatan pengadukan, serta lama waktu pengadukan pada proses elektrokoagulasi terhadap penurunan kadar BOD (Biochemical Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), dan TSS (Total Suspended Solid) limbah cair pembuatan tahu. Penelitian ini menguji pengaruh variasi tersebut menggunakan elektroda aluminium dengan variasi berat biokoagulan 0, 1, 2, dan 3 g, ukuran biokoagulan 60, 80, 100, dan 120 mesh, kecepatan pengadukan 300, 400, 500, dan 600 rpm, serta waktu pengadukan 20, 30, 40, dan 50 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada penggunaan biokoagulan 3 g, ukuran biokoagulan 120 mesh, kecepatan pengadukan 500 rpm, dan waktu pengadukan 50 menit dengan efisiensi penurunan BOD sebesar 87,17%, COD sebesar 86,28%, dan TSS sebesar 97,69%. Kombinasi proses elektrokoagulasi dibantu biokoagulan biji pepaya mampu menurunkan kadar pencemar limbah cair pembuatan tahu dengan persentase penurunan yang tinggi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Industrial wastewater from tofu production contains organic matter, nitrogen compounds, phosphorus, oils and fats, as well as high levels of suspended solids, which can pollute the environment if discharged without treatment. These pollutants originate from the soybean processing, which can exacerbate pollution. This study aims to determine the effects of the weight and size of papaya seed biocoagulant, stirring speed, and stirring duration in the electrocoagulation process on the reduction of BOD (Biochemical Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), and TSS (Total Suspended Solids) levels in tofu production wastewater. This study examined the effects of these variables using aluminum, with bio-coagulant weights of 0, 1, 2, and 3 gs, bio-coagulant particle sizes of 60, 80, 100, and 120 mesh, stirring speeds of 300, 400, 500, and 600 rpm, and stirring times of 20, 30, 40, and 50 minutes. The results showed that optimal conditions were achieved using 3 gs of biocoagulant, a 120-mesh particle size, a stirring speed of 500 rpm, and a stirring time of 50 minutes, resulting in BOD removal efficiency of 87.17%, COD removal efficiency of 86.28%, and TSS removal efficiency of 97.69%. The combination of electrocoagulation assisted by papaya seed biocoagulant was able to reduce pollutant levels in tofu production wastewater with high reduction percentages
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save