Home
Login.
Artikelilmiahs
54223
Update
IZZY DWIYANA HARFANY
NIM
Judul Artikel
Pengaruh 2,4-Dichlorophenoxyacetic Acid (2,4-D) dan Maltosa pada Induksi dan Multiplikasi Kalus Padi Varietas Inpari Unsoed 79 Agritan
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama di Indonesia sehingga peningkatan produktivitasnya sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Salah satu varietas unggul yang berpotensi dikembangkan adalah Inpari Unsoed 79 Agritan, yang memiliki kemampuan adaptasi yang baik pada lahan suboptimal serta stabilitas hasil yang tinggi, namun ketersediaan benih bermutu masih terbatas karena perbanyakan secara konvensional memerlukan waktu lama. Oleh karena itu, diperlukan teknik perbanyakan alternatif yang lebih efisien melalui kultur in vitro, khususnya kultur kalus. Keberhasilan induksi kalus padi secara in vitro sangat dipengaruhi oleh komposisi media kultur, terutama penggunaan auksin dan sumber karbon. 2,4-Dichlorophenoxyacetic Acid (2,4-D) adalah auksin yang berperan dalam merangsang dediferensiasi sel dan pembentukan kalus secara efektif. Sementara itu, maltosa, sebagai sumber energi dan pengatur tekanan osmotik media, berperan meningkatkan pertumbuhan dan kualitas kalus. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji pengaruh interaksi antara 2,4-D dan maltosa terhadap induksi dan multiplikasi kalus padi varietas Inpari Unsoed 79 Agritan dalam kultur in vitro dan menentukan konsentrasi 2,4-D dan maltosa terbaik untuk induksi dan multiplikasi kalus padi varietas Inpari Unsoed 79 Agritan dalam kultur in vitro. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola perlakuan faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi 2,4-D dengan 4 taraf, yaitu 0, 5, 10, dan 15 µM. Faktor kedua adalah konsentrasi maltosa dengan 4 taraf, yaitu 20, 30, 40, dan 60 g/L. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang tiga kali sehingga diperoleh 48 unit percobaan. Variabel bebas yang dicobakan adalah konsentrasi 2,4-D dan maltosa. Variabel terikat yang diamati adalah induksi dan multiplikasi kalus. Parameter yang diukur meliputi persentase pembentukan kalus, diameter kalus, dan karakter kalus (warna dan tekstur). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf signifikansi 5% dan 1% dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi dan multiplikasi kalus padi varietas Inpari Unsoed 79 Agritan dalam kultur in vitro dipengaruhi oleh interaksi antara konsentrasi 2,4-D dan maltosa yang diberikan. Kombinasi konsentrasi 2,4-D 10 µM dan maltosa 20 g/L merupakan perlakuan yang terbaik untuk induksi dan multiplikasi kalus padi varietas Inpari Unsoed 79 Agritan secara in vitro dan menghasilkan waktu muncul kalus tercepat, persentase pembentukan kalus terbesar, diameter kalus hasil induksi dan multiplikasi terbesar, persentase kalus embriogenik tertinggi dengan warna 154D (light yellow green, RHS color chart).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Rice (Oryza sativa L.) is a major food crop in Indonesia, making increases in its productivity crucial for maintaining national food security. One promising high-yielding variety is Inpari Unsoed 79 Agritan, which exhibits good adaptability to suboptimal fields and high yield stability; however, the availability of high-quality seeds remains limited because conventional propagation takes a long time. Therefore, more efficient alternative propagation techniques through in vitro culture are needed, particularly via callus culture. The success of in vitro rice callus induction is highly influenced by the media composition, particularly the use of auxins and carbon sources. 2,4-Dichlorophenoxyacetic Acid (2,4-D) is an auxin that effectively stimulates cell dedifferentiation and callus formation. Meanwhile, maltose, as an energy source and regulator of medium osmotic pressure, plays a role in enhancing callus growth and quality. This study has been conducted to examine the effect of the interaction between 2,4-D and maltose on callus induction and multiplication of Inpari Unsoed 79 Agritan rice variety in in vitro culture, and to determine the best concentrations of 2,4-D and maltose for callus induction and multiplication of Inpari Unsoed 79 Agritan rice variety in in vitro culture. The study has been conducted experimentally using a completely randomized design (CRD) with a two-factor factorial treatment pattern. The first factor was the concentration of 2,4-D with 4 levels, namely 0, 5, 10, and 15 µM. The second factor was the concentration of maltose with 4 levels, namely 20, 30, 40, and 60 g/L. Each treatment combination was replicated three times, resulting in 48 experimental units. The independent variables tested were 2,4-D and maltose concentrations. The dependent variables observed were callus induction and multiplication. The measured parameters included the percentage of callus formation, callus diameter, and callus characteristics (color and texture). The obtained data were analyzed using ANOVA at 5% and 1% significance levels, followed by Duncan’s test at a 5% significance level. The results of this study demonstrated that callus induction and multiplication of the rice cultivar Inpari Unsoed 79 Agritan under in vitro culture conditions were significantly influenced by the interaction between the concentrations of 2,4-D and maltose applied. The combination of 10 µM 2,4-D and 20 g/L maltose was identified as the optimum treatment for in vitro callus induction and multiplication of the rice cultivar Inpari Unsoed 79 Agritan. This treatment produced the earliest callus initiation, the highest percentage of callus formation, the largest callus diameter during both the induction and multiplication stages, and the highest percentage of embryogenic callus, characterised by an RHS Color Chart designation of 154D (light yellow-green).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save