Home
Login.
Artikelilmiahs
54129
Update
LAILA FITRIANA
NIM
Judul Artikel
Pemanfaatan Eco-enzyme Berbahan Dasar Limbah Buah Jeruk Sebagai Upaya Pengelolaan Kualitas Air Budidaya Ikan Lele (Clarias sp.).
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pengelolaan kualitas air merupakan faktor penting dalam keberhasilan budidaya ikan lele (Clarias sp.). Salah satu alternatif yang berpotensi mendukung pengelolaan kualitas air secara ramah lingkungan adalah pemanfaatan eco-enzyme berbahan dasar limbah buah jeruk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian eco-enzyme terhadap kualitas air budidaya ikan lele serta menentukan dosis yang paling efektif. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan, yaitu P0 (0 mL/L), P1 (5 mL/L), P2 (10 mL/L), dan P3 (15 mL/L), masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi suhu, pH, alkalinitas, Total Dissolved Solids (TDS), Total Organic Matter (TOM), nitrit, dan mortalitas ikan. Data suhu, pH, TDS, dan mortalitas dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA atau uji Kruskal-Wallis sesuai karakteristik data, sedangkan alkalinitas, TOM, dan nitrit dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian eco-enzyme tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap suhu, pH, TDS, dan mortalitas ikan (p>0,05). Secara deskriptif, nilai alkalinitas berkisar 40–80 mg/L, TOM meningkat selama pemeliharaan, dan konsentrasi nitrit tetap sebesar 1 mg/L pada seluruh perlakuan. Perlakuan P1 (5 mL/L) menghasilkan mortalitas terendah sebesar 13%, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai dosis yang paling efisien pada kondisi penelitian ini.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Water quality management is a critical factor in the success of catfish (Clarias sp.) aquaculture. One potential alternative that supports environmentally friendly water quality management is the use of eco-enzyme made from citrus waste. This study aimed to analyze the effect of eco-enzyme application on water quality in catfish aquaculture and to determine the most effective dosage. The study employed an experimental design using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments: P0 (0 mL/L), P1 (5 mL/L), P2 (10 mL/L), and P3 (15 mL/L), each with three replicates. The parameters observed included temperature, pH, alkalinity, Total Dissolved Solids (TDS), Total Organic Matter (TOM), nitrite, and fish mortality. Data on temperature, pH, TDS, and mortality were analyzed using One-Way ANOVA or the Kruskal-Wallis test, depending on the data characteristics, while alkalinity, TOM, and nitrite were analyzed descriptively. The results showed that the addition of eco-enzyme had no significant effect on temperature, pH, TDS, and fish mortality (p>0,05). Descriptively, alkalinity ranged from 40 to 80 mg/L, TOM increased during the rearing period, and nitrite concentration remained at 1 mg/L across all treatments. Treatment P1 (5 mL/L) resulted in the lowest mortality rate of 13%, and thus can be considered the most efficient dose under the conditions of this study.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save