Home
Login.
Artikelilmiahs
53977
Update
MAULIDIA NUR AZIZAH
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Cekaman Garam (NaCl) dan Penambahan Biochar terhadap Kandungan Flavonoid Bayam Merah (Amaranthus tricolor 'Mira')
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bayam merah (Amaranthus tricolor ‘Mira’) merupakan tanaman sayur yang mengandung berbagai zat gizi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan sekaligus tanaman obat. Tanaman ini mengandung antioksidan alami berupa flavonoid yang bermanfaat untuk kesehatan. Flavonoid termasuk metabolit sekunder yang berfungsi dalam mekanisme perlindungan tanaman terhadap stres lingkungan, seperti cekaman garam atau salinitas. Cekaman salinitas dapat meningkatkan produksi flavonoid, tetapi dapat menghambat pertumbuhan tanaman melalui stres osmotik, toksisitas ion, dan stres oksidatif. Biochar berpotensi mengurangi dampak negatif tersebut dengan memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah, sehingga meningkatkan toleransi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh interaksi NaCl dan biochar terhadap kandungan flavonoid bayam merah, serta menentukan konsentrasi NaCl dan biochar yang menghasilkan kandungan flavonoid tertinggi. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu NaCl (0; 50; 100; dan 150 mM) dan biochar sekam padi (0; 2,5; dan 5%, b/b), masing-masing dengan tiga ulangan. Penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2026. Variabel bebas yang diuji yaitu NaCl dan biochar, sedangkan variabel terikat yang diuji yaitu kandungan flavonoid bayam merah. Parameter yang diamati berupa kandungan flavonoid total, panjang akar, volume akar, laju pertumbuhan tinggi tanaman, dan laju pertumbuhan jumlah daun. Data dianalisis menggunakan software SPSS dengan uji ANOVA taraf signifikansi 5% dan 1%, serta hasil yang berpengaruh nyata diuji lanjut dengan uji Duncan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang sangat nyata antara NaCl dan biochar terhadap kandungan flavonoid daun bayam merah (p<0,01). Kombinasi 100 mM NaCl dengan 2,5% biochar (N2B1) menghasilkan kandungan flavonoid tertinggi, yaitu 60,02 ± 1,72 mgQE/g. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang sangat nyata antara NaCl dan biochar terhadap panjang akar bayam merah (p<0,01). Kombinasi perlakuan yang menghasilkan panjang akar tertinggi yaitu NaCl 100 mM dan biochar 5% (N2B2) sebesar 25,10 ± 3,72 cm. Namun, interaksi NaCl dan biochar tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan volume akar.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Red spinach (Amaranthus tricolor 'Mira') is a leafy vegetable rich in nutrients, making it valuable as both a food source and a medicinal plant. This plant contains flavonoids, natural antioxidants that provide various health benefits. Flavonoids are secondary metabolites that play an important role in the plant's defense mechanism against environmental stresses, including salt stress (salinity). Salinity stress can enhance flavonoid production but may also inhibit plant growth through osmotic stress, ion toxicity, and oxidative stress. Biochar has the potential to alleviate these adverse effects by improving the physical and chemical properties of the soil, thereby enhancing plant tolerance to salinity. This study aimed to evaluate the interaction effect of NaCl and biochar on the flavonoid content of red spinach and to determine the NaCl and biochar concentrations that produce the highest flavonoid content. The experiment was conducted using a factorial completely randomized design with two factors: NaCl concentrations (0, 50, 100, and 150 mM) and rice husk biochar rates (0, 2.5, and 5% w/w), with three replications for each treatment. The study was carried out from February to May 2026. The independent variables were NaCl concentration and biochar application, while the dependent variable was the flavonoid content of red spinach. The observed parameters included total flavonoid content, root length, root volume, plant height growth rate, and leaf number growth rate. Data were analyzed using SPSS software by analysis of variance (ANOVA) at the 5% and 1% significance levels, followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at the 5% significance level for variables showing significant differences. The results showed a highly significant interaction between NaCl and biochar on the flavonoid content of red spinach leaves (p < 0.01). The combination of 100 mM NaCl and 2.5% biochar (N2B1) produced the highest flavonoid content, reaching 60.02 ± 1.72 mgQE/g. A highly significant interaction was also observed for root length (p < 0.01), with the longest roots obtained from the combination of 100 mM NaCl and 5% biochar (N2B2), measuring 25.10 ± 3.72 cm. However, the interaction between NaCl and biochar had no significant effect on plant height growth rate, leaf number growth rate, or root volume.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save