Home
Login.
Artikelilmiahs
53955
Update
ESA FLORA
NIM
Judul Artikel
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis melo L.) pada Sistem Hidroponik Fertigasi Tetes dengan Berbagai Media Tanam dan Pemangkasan
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Melon (Cucumis melo L.) adalah komoditas hortikultura unggulan karena kandungan vitamin, mineralnya, dan rasa yang manis. Produktivitas melon di Indonesia belum memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri secara optimal akibat perubahan iklim yang mengganggu siklus tanam dan ketersediaan air irigasi. Hidroponik sistem fertigasi tetes dimanfaatkan untuk budidaya tanaman melon karena dapat digunakan pada lahan dengan sumber air terbatas melalui pemberian air langsung ke zona perakaran. Penggunaan media dan pemangkasan pada ruas tertentu berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan mengetahui media tanam terbaik, pemangkasan terbaik, dan kombinasi perlakuan terbaik antara jenis media tanam dan pemangkasan untuk menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman melon yang paling optimal. Penelitian ini dilaksanakan di screenhouse yang terletak di Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah media tanam, yaitu M1 = cocopeat 100%, M2 = arang sekam 100%, dan M3 = cocopeat 50% + arang sekam 50%. Faktor kedua adalah pemangkasan, yaitu P1 = pemangkasan ruas ke-20, P2 = pemangkasan ruas ke-25, dan P3 = pemangkasan ruas ke-30. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun total, indeks kehijauan daun, jumlah cabang, jumlah bunga, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot buah, diameter buah, volume buah, total padatan terlarut, ketebalan daging buah, dan uji organoleptik. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf kesalahan 5%. Apabila berpengaruh nyata (F hitung > F tabel), maka diuji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, cocopeat 100% merupakan media tanam terbaik karena menghasilkan jumlah daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, dan total padatan terlarut tertinggi. Pemangkasan ruas ke-30 merupakan perlakuan terbaik karena menghasilkan tinggi tanaman, luas daun total, jumlah cabang, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot buah, diameter buah, volume buah, dan ketebalan daging buah tertinggi. Kombinasi arang sekam 100% dan pemangkasan ruas ke-30 ditetapkan sebagai kombinasi terbaik karena menghasilkan bobot buah dan diameter buah tertinggi sebagai indikator utama produktivitas tanaman melon pada sistem hidroponik fertigasi tetes.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Melon (Cucumis melo L.) is a leading horticultural commodity due to its vitamin and mineral content and sweet taste. Melon productivity in Indonesia does not optimally meet domestic market demand because climate change disrupts planting cycles and irrigation water availability. Drip fertigation hydroponic system are used for melon cultivation because they can be applied on land with limited water resources by delivering water directly to the root zone. The use of growing media and pruning at spesific nodes affects the growth and yield obtained. This research aims to determine the best growing media, the best pruning treatment, and the best combination of growing media and pruning treatments to produce the most optimal growth and yield of melon plants. This research was conducted in a screenhouse located in Pasir Kulon Village, Karanglewas Distcrict, Banyumas Regency, used a Randomized Block Design (RBD) consisting of 2 factors. The first factor was the growing media: M1 = 100% cocopeat, M2 = 100% rice husk charcoal, and M3 = 50% cocopeat + 50% rice husk charcoal. The second factor was pruning: P1 = pruning at the 20th node, P2 = pruning at the 25th node, and P3 = pruning at the 30th node. Observation variables consisted of plant height, number of leaves, total leaf area, leaf greenness index, number of branches, number of flowers, plant fresh weight, plant dry weight, fruit weight, fruit diameter, fruit volume, total soluble solids, fruit flesh thickness, and organleptic tests. The research data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at 5% of error. If the effect was significant (F count > F table), it was further tested using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at 5% error level. Based on the results of the research, 100% cocopeat was the best growing media because it produced the highest number of leaves, plant fresh weight, plant dry weight, plant dry weight, and total soluble solids. Pruning at the 30th node was the best treatment because it produced the highest plant height, total leaf area, number of branches, plant fresh weight, plant dry weight, fruit weight, fruit diameter, fruit volume, and fruit flesh thickness. The combination of 100% rice husk charcoaland pruning at the 30th node was determined to the best combination because it produced the highest fruit weight and fruit diameter as the main indicators of melon productivity in a drip fertigation hydroponic system.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save