Home
Login.
Artikelilmiahs
53850
Update
HARI WAHYONO
NIM
Judul Artikel
Kajian Inkorporasi Sumber Fitobiotik Dalam UMMB Dan Pengaruhnya Terhadap Neraca Kalsium (Ca) dan Fosfor (P) Pakan Domba
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh inkorporasi sumber fitobiotik berupa tepung temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan tepung pegagan (Centella asiatica) dalam Urea Molasses Multimineral Block (UMMB) terhadap neraca kalsium (Ca) dan fosfor (P) pada domba ekor tipis jantan. Penelitian menggunakan 20 ekor domba ekor tipis lepas sapih dengan bobot rata-rata 13 ± 2 kg yang dipelihara selama 60 hari. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu P0 (UMMB tanpa fitobiotik), P1 (UMMB + tepung temulawak 40 g/kg), P2 (UMMB + tepung pegagan 25 g/kg), dan P3 (UMMB + tepung temulawak 40 g/kg + tepung pegagan 25 g/kg). Variabel yang diukur adalah neraca Ca dan neraca P yang dihitung berdasarkan selisih antara konsumsi mineral dengan ekskresi melalui feses. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa inkorporasi sumber fitobiotik dalam UMMB tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap neraca Ca maupun neraca P domba. Rataan neraca Ca berkisar antara 10,716–11,426 g/ekor/hari dan neraca P berkisar antara 3,148–4,554 g/ekor/hari. Seluruh perlakuan menghasilkan nilai neraca Ca dan P yang positif, menunjukkan bahwa mineral yang dikonsumsi masih dapat dimanfaatkan secara optimal oleh tubuh ternak. Secara biologis, P1 (UMMB + temulawak) menghasilkan nilai neraca Ca dan P yang paling tinggi secara bersamaan dibandingkan perlakuan lainnya. Tidak adanya pengaruh nyata diduga disebabkan oleh kecukupan kandungan mineral pada ransum, kuatnya mekanisme homeostasis mineral dalam tubuh ternak, serta mekanisme kerja fitobiotik yang lebih bersifat tidak langsung terhadap metabolisme mineral.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aimed to investigate the effect of incorporating phytobiotic sources, namely temulawak (Curcuma xanthorrhiza) flour and pegagan (Centella asiatica) flour, into Urea Molasses Multimineral Block (UMMB) on calcium (Ca) and phosphorus (P) balance in male thin-tailed sheep. A total of 20 weaned male thin-tailed sheep with an average body weight of 13 ± 2 kg were maintained for 60 days. A Completely Randomized Design (CRD) was applied with 4 treatments and 5 replications: P0 (UMMB without phytobiotics), P1 (UMMB + temulawak flour 40 g/kg), P2 (UMMB + pegagan flour 25 g/kg), and P3 (UMMB + temulawak flour 40 g/kg + pegagan flour 25 g/kg). The variables measured were Ca and P balance, calculated as the difference between mineral intake and fecal excretion. Analysis of variance revealed that phytobiotic incorporation in UMMB had no significant effect (P>0.05) on either Ca or P balance in sheep. Mean Ca balance ranged from 10.716 to 11.426 g/head/day, while P balance ranged from 3.148 to 4.554 g/head/day. All treatments yielded positive Ca and P balance values, indicating that consumed minerals were still efficiently utilized by the animals. Biologically, P1 (UMMB + temulawak) produced the simultaneously highest Ca and P balance compared to other treatments. The absence of significant effects was attributed to adequate mineral content in the rations, strong mineral homeostasis mechanisms in the animals, and the predominantly indirect nature of phytobiotic activity on mineral metabolism.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save