Home
Login.
Artikelilmiahs
5303
Update
ARIFUDIN ZAHIRSYAH
NIM
Judul Artikel
Hubungan Antara Tebal Lemak Bawah Kulit (Skinfold) Dengan Intensitas Nyeri Pada Akseptor KB Suntik Di Bidan Praktik Swasta Wilayah Kerja Puskesmas Kebasen Banyumas.
Abstrak (Bhs. Indonesia)
HUBUNGAN ANTARA TEBAL LEMAK BAWAH KULIT (SKINFOLD) DENGAN INTENSITAN NYERI PADA AKSEPTOR KB SUNTIK DI BIDAN PRAKTIK SWASTA WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEBASEN BANYUMAS Arifudin Zahirsya , Dr. Saryono, S. Kp., M. Kes², Ns. Deny Achiriyati, S.Kep³ ABSTRAK Latar Belakang : Nyeri merupakan suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan berhubungan dengan kerusakan jaringan atau potensial akan menyebabkan kerusakan jaringan. Nyeri dapat disebabkan oleh salah satu tindakan invasif yaitu injeksi. Rute pemberian injeksi dapat dilakukan melalui intramuskular (IM) dimana tebal lemak bawah kulit klien dapat mempengaruhi tingkat nyeri yang dirasakan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tebal lemak bawah kulit (skinfold) dengan intensitas nyeri pada akseptor KB suntik di bidan praktik swasta Wilayah Kerja Puskesmas Kebasen Banyumas. Metode : Penelitian ini bersifat cross sectional dengan teknik pengambilan sampel berupa consecutive sampling. Sampel merupakan akseptor KB suntik yang berjumlah 66 responden. Analisis hubungan antara tebal lemak bawah kulit (skinfold) dengan intensitas nyeri menggunakan uji rank spearman. Hasil : Hasil penelitian menunjukan mayoritas lulus SD dan SMP sebanyak 21 responden (31,8%) dan bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak 56 responden (84,8%). Nilai tengah umur responden 29,5 tahun dan berat badan responden 51,89 kg. Median tebal lemak bawah kulit responden adalah 60,00. Median tingkat nyeri responden adalah 2,00. Hasil uji rank spearman didapatkan nilai p = 0,005 dan nilai r = -0,340 yang berarti ada hubungan yang signifilan antara tebal lemak bawah kulit (skinfold) dengan intensitas nyeri pada akseptor KB suntik di bidan praktik swasta Wilayah Kerja Puskesmas Kebasen Banyumas. Kesimpulan : Semakin tinggi tebal lemak bawah kulit responden maka intensitas nyeri yang dirasakan saat injeksi IM akan semakin rendah dan semakin rendah tebal lemak bawah kulit responden maka intensitas nyeri yang dirasakan saat injeksi IM akan semakin tinggi. Saran : Perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai faktor-faktor lain yang berhubungan dengan intensitas nyeri dengan analisis multivariat disertai pengendalian faktor konfonding sebaik mungkin saat penelitian. Kata kunci : nyeri, tebal lemak bawah kulit, injeksi intramuskular
Abtrak (Bhs. Inggris)
RELATION BETWEEN THE SUBCUTANEOUS FAT THICKNESS (SKINFOLD) WITH PAIN INTENSITY ON INJECTION ACCEPTORS FAMILY PLANNING IN MIDWIFES PRIVATE PRACTICE AT KEBASEN BANYUMAS WORK AREA COMMUNITY HEALTH CENTERS Arifudin Zahirsya , Dr. Saryono, S. Kp., M. Kes², Ns. Deny Achiriyati, S.Kep³ ABSTRACT Background : Pain is a sensory and emotional experience that is not fun dealing with a potential tissue damage. Pain can be caused by any of the invasive injection. Route of administration can be done via intramuscular injection (IM) where thick subcutaneous fat client may affect the level of perceived pain. Purpose : The purpose of this research was to find the relation between the subcutaneous fat thickness (skinfold) with pain intensity on injection family planning acceptors in midwifes private practice at Kebasen Banyumas. Method : This research used cross sectional with a consecutive sampling technique sampling. Samples are family planning acceptors injections totaling 66 respondents. Analysis of the relationship between subcutaneous fat thickness (skinfold) with pain intensity using the spearman rank test. Result : The results showed the majority of elementary and junior high school graduation were 21 respondents (31.8%) and worked as a homemaker for 56 respondents (84.8%). The median age of 29,5 years and the respondent respondent weight 51 kg. Median thick subcutaneous fat respondents is 60.00. Median pain level respondents is 2.00. Results obtained Spearman rank test p = 0.005 and r = -0.340, which means that there is a relationship between the thick subcutaneous fat (skinfold) with pain intensity significantly at injection family planning acceptors in midwives private practice at Kebasen Banyumas. Conclution : The thicker subcutaneous fat thickness respondents the lower pain intensity on intramuscular injection and lower subcutaneous fat thickness respondents the higher pain intensity on intramuscular injection. Recomendation : Need further research on other factors associated with pain intensity accompanied by a multivariate analysis of factors controlling konfonding best time of the study. Keyword : pain, subcutaneous fat thickness, intramuscular injection
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save