Home
Login.
Artikelilmiahs
52411
Update
PUSPA DEWI
NIM
Judul Artikel
Evaluasi Manajemen Operasional dan Tata Kelola Kelembagaan Layanan Air Bersih BUMDes Banjarsari, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Layanan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang perlu dikelola secara efektif, termasuk oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat permasalahan pada aspek administrasi, tata kelola, dan pemanfaatan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kelembagaan penyediaan air bersih yang dikelola oleh BUMDes Bandhayuda Makmur di Desa Banjarsari, Kecamatan Ajibarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan skala Likert, Indeks Evaluasi Kinerja (IEK), analisis kesenjangan (GAP), serta analisis SWOT. Data diperoleh dari 200 responden pelanggan dan 6 pengelola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kinerja telah berjalan baik, terutama pada kualitas air dan keandalan operasional. Namun, masih terdapat kelemahan pada sistem penagihan dan digitalisasi. Nilai IEK tertinggi terdapat pada kualitas layanan air (4,48), sedangkan nilai terendah pada digitalisasi (2,06). Analisis GAP menunjukkan kesenjangan terbesar pada digitalisasi (2,95) dan sistem penagihan (1,62). Analisis SWOT menunjukkan adanya kekuatan pada kualitas layanan dan hubungan dengan pelanggan, serta kelemahan pada sistem administrasi, ketiadaan SOP, dan rendahnya pemanfaatan teknologi. Oleh karena itu, strategi penguatan difokuskan pada perbaikan sistem administrasi, penyusunan SOP, dan penerapan digitalisasi. Secara keseluruhan, efektivitas kelembagaan penyediaan air bersih belum optimal, sehingga diperlukan penguatan pengelolaan untuk meningkatkan kinerja secara berkelanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Clean water services are a basic necessity that need to be effectively managed, including by Village-Owned Enterprises (BUMDes). However, their implementation still encounters challenges in administrative, governance, and technological aspects. This study aims to evaluate the institutional effectiveness of clean water service management carried out by BUMDes Bandhayuda Makmur in Banjarsari Village, Ajibarang District. This research employs a quantitative descriptive method using a Likert scale approach, Performance Evaluation Index (IEK), gap analysis (GAP), and SWOT analysis. Data were collected from 200 customer respondents and 6 service managers. The results indicate that overall service performance has generally performed well, particularly in terms of water quality and operational reliability. However, weaknesses remain in the billing system and the digitalization of services. The highest IEK value is found in water service quality (4.48), while the lowest is in digitalization (2.06). GAP analysis reveals the largest gap in digitalization (2.95) and the billing system (1.62). SWOT analysis identifies strengths in service quality and customer relationships, while weaknesses are found in administrative systems, the absence of standard operating procedures (SOP), and limited use of technology. Therefore, strengthening strategies are focused on improving administrative and billing systems, developing and implementing SOPs, and applying service digitalization. Overall, the institutional effectiveness of clean water service management is not yet optimal, thus requiring management strengthening to improve service performance sustainably.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save