Home
Login.
Artikelilmiahs
52380
Update
RAJA MUHAMAD MUSLIM
NIM
Judul Artikel
ANALISIS BAHAYA INTRUSI AIR LAUT DAN BANJIR ROB DI KABUPATEN DAN KOTA PEKALONGAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Wilayah pesisir Kabupaten dan Kota Pekalongan merupakan kawasan yang rentan terhadap banjir rob dan intrusi air laut akibat pengaruh pasang surut laut, penurunan muka tanah, serta tingginya tekanan aktivitas manusia terhadap air tanah. Kejadian banjir rob yang terjadi secara berulang berpotensi mempercepat masuknya air laut ke dalam sistem akuifer dangkal, sehingga menurunkan kualitas air tanah yang dimanfaatkan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran intrusi air laut dan keterkaitannya dengan kejadian banjir rob di Kabupaten dan Kota Pekalongan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) serta simulasi menggunakan software HEC-RAS. Data yang digunakan berupa data primer hasil pengukuran kualitas air tanah di lapangan, meliputi salinitas, Total Dissolved Solids (TDS), pH, dan konduktivitas, serta data sekunder pendukung.Hasil pengukuran menunjukkan nilai salinitas berkisar antara 31–2490 ppm, TDS antara 31–8940 ppm, pH antara 6,08–11,92, dan konduktivitas antara 62–7420 μS/cm. Analisis spasial dilakukan menggunakan metode interpolasi Inverse Distance Weighted (IDW) untuk memetakan sebaran intrusi air laut, dengan tingkat akurasi diuji menggunakan Root Mean Square Error (RMSE). Nilai RMSE yang diperoleh masing-masing sebesar 0,176917 untuk salinitas, 0,150802 untuk pH, 0,015449 untuk TDS, dan 0,32513 untuk konduktivitas, yang menunjukkan hasil interpolasi memiliki tingkat kesalahan yang relatif rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pesisir dan dataran rendah memiliki tingkat potensi intrusi air laut yang lebih tinggi dan berkorelasi dengan area yang sering mengalami genangan banjir rob. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan mitigasi banjir rob dan pengelolaan air tanah secara berkelanjutan di wilayah pesisir Pekalongan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The coastal areas of Pekalongan Regency and Pekalongan City are highly vulnerable to tidal flooding (rob) and seawater intrusion due to the combined effects of tidal fluctuations, land subsidence, and intense pressure from human activities on groundwater resources. Recurrent tidal flooding events have the potential to accelerate the intrusion of seawater into shallow aquifer systems, thereby degrading the quality of groundwater utilized by local communities. This study aims to analyze the spatial distribution of seawater intrusion and its relationship with tidal flooding occurrences in Pekalongan Regency and City using a Geographic Information System (GIS) approach and hydraulic simulation with HEC-RAS software. The data used consist of primary data obtained from field measurements of groundwater quality parameters, including salinity, Total Dissolved Solids (TDS), pH, and electrical conductivity, as well as supporting secondary data. The measurement results indicate that salinity values range from 31 to 2,490 ppm, TDS from 31 to 8,940 ppm, pH from 6.08 to 11.92, and electrical conductivity from 62 to 7,420 μS/cm. Spatial analysis was performed using the Inverse Distance Weighted (IDW) interpolation method to map the distribution of seawater intrusion, with accuracy evaluated using the Root Mean Square Error (RMSE). The RMSE values obtained were 0.176917 for salinity, 0.150802 for pH, 0.015449 for TDS, and 0.32513 for electrical conductivity, indicating relatively low interpolation errors. The results show that coastal and low-lying areas exhibit a higher potential for seawater intrusion and are closely correlated with regions frequently affected by tidal flooding. This study is expected to serve as a scientific basis for tidal flood mitigation planning and sustainable groundwater management in the coastal areas of Pekalongan.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save