Home
Login.
Artikelilmiahs
52300
Update
PANDHU DANADYAKSA LAKSONO
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN EDTA DAN ASAM AMINO AROMATIK PADA ROKOK KRETEK TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI NASOFARING PADA TIKUS PUTIH (Rattus Norvegicus)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN EDTA DAN ASAM AMINO AROMATIK PADA ROKOK KRETEK TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI NASOFARING PADA TIKUS PUTIH (Rattus Norvegicus) ABSTRAK Latar Belakang: Paparan asap rokok merupakan salah satu faktor risiko utama yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan saluran pernapasan, termasuk nasofaring, melalui mekanisme stres oksidatif dan inflamasi. Rokok kretek diketahui mengandung berbagai senyawa toksik, sedangkan REA merupakan modifikasi rokok dengan penambahan larutan seperti EDTA dan asam amino aromatik yang diklaim memiliki efek protektif terhadap kerusakan sel. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gambaran histopatologi nasofaring pada tikus putih (Rattus norvegicus) akibat paparan rokok kretek dan REA dibandingkan dengan kelompok kontrol. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan desain posttest only control group design. Sebanyak 30 ekor tikus putih jantan strain Wistar dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok kontrol, kelompok paparan rokok kretek, dan kelompok paparan REA. Paparan diberikan selama 4 minggu menggunakan smoking chamber, dengan dosis konversi sebesar 1/3 batang rokok per hari. Parameter yang diamati meliputi ketebalan epitel, indeks apoptosis, jumlah sel goblet, dan air inclusion. Analisis data dilakukan menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada parameter apoptosis, sel goblet, dan air inclusion (p < 0,05), sedangkan pada ketebalan epitel tidak ditemukan perbedaan yang bermakna (p > 0,05). Kelompok rokok kretek menunjukkan tingkat kerusakan jaringan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok REA dan kontrol. Sementara itu, kelompok REA menunjukkan gambaran histopatologi yang lebih baik dibandingkan rokok kretek, meskipun masih menunjukkan adanya perubahan dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan: Paparan asap rokok menyebabkan kerusakan histopatologi nasofaring yang dominan pada tingkat seluler. REA menunjukkan kecenderungan efek protektif dibandingkan rokok kretek, namun belum mampu sepenuhnya mencegah kerusakan jaringan akibat paparan asap rokok.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT Background: Cigarette smoke exposure is a major risk factor for respiratory tract injury, including damage to the nasopharynx, primarily mediated by oxidative stress and inflammation. Kretek cigarettes contain numerous toxic compounds, wheREAs REA cigarettes are modified products supplemented with EDTA and aromatic amino acids, which are proposed to exert cytoprotective effects. Objective: This study aimed to evaluate differences in nasopharyngREAl histopathological fREAtures in white rats (Rattus norvegicus) following exposure to kretek cigarettes and REA cigarettes compared with a control group. Methods: A laboratory-based experimental study with a posttest-only control group design was conducted using 30 male Wistar rats, randomly assigned into three groups: control, kretek cigarette exposure, and REA cigarette exposure. Animals were exposed for 4 weeks using a smoking chamber at a dose equivalent to one-third of a cigarette per day. Histopathological parameters assessed included epithelial thickness, apoptosis index, goblet cell density, and air inclusion. Data were analyzed using the Kruskal–Wallis test. Results: Significant differences were observed in apoptosis, goblet cell density, and air inclusion among groups (p < 0.05), wheREAs epithelial thickness did not differ significantly (p > 0.05). The kretek cigarette group demonstrated the gREAtest degree of tissue damage. In contrast, the REA cigarette group exhibited relatively milder histopathological alterations, although changes remained evident compared with the control group. Conclusion: Cigarette smoke exposure induces nasopharyngREAl histopathological damage, predominantly at the cellular level. REA cigarettes show a potential protective effect compared to kretek cigarettes, however, they do not fully prevent tissue injury associated with smoke exposure.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save