Home
Login.
Artikelilmiahs
52286
Update
MAWAR SEPTIANA RATRI
NIM
Judul Artikel
Nilai Tambah Kedelai dan Kelayakan Finansial Usaha pada UMKM Keripik Tempe Sagu Tiga Saudara 354 di Kabupaten Bogor
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Agroindustri memiliki peranan penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian serta memperkuat perekonomian masyarakat, khususnya melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang banyak diolah menjadi berbagai jenis produk, salah satunya adalah tempe. Pengolahan tempe menjadi keripik tempe sagu merupakan bentuk diversifikasi produk yang mampu memperpanjang umur simpan, meningkatkan nilai tambah, serta memperkuat daya saing produk. Namun, ketergantungan terhadap bahan baku kedelai impor dan fluktuasi harga kedelai menjadi tantangan utama yang berpotensi mepengaruhi keberlanjutan usaha agroindustri berbasis kedelai. Kegiatan pengolahan kedelai menjadi keripik tempe sagu yang dilakukan oleh UMKM umumnya belum diketahui secara pasti besarnya nilai tambah yang diperoleh, sehingga harus melalui analisis serta perencanaan yang matang agar UMKM dapat mengurangi risiko kegagalan dan mendapatkan keuntungan, sehingga dapat diketahui apakah usaha yang sedang dijalankan dapat dikatakan layak atau tidak layak. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis nilai tambah kedelai, kelayakan finansial usaha, serta tingkat sensitivitas terhadap perubahan harga bahan baku pada UMKM Keripik Tempe Sagu “Tiga Saudara 354” di Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan pada penelitian adalah studi kasus dengan pendekatan analisis deskriptif kuantitatif. Analisis pada perhitungan nilai tambah dilakukan dengan menggunakan metode Hayami, sedangkan analisis kelayakan finansial meliputi perhitungan biaya, penerimaan, keuntungan, R/C ratio, dan Break Even Point (BEP). Selain itu, analisis sensitivitas dilakukan untuk mengetahui dampak kenaikan harga kedelai terhadap kelayakan usaha. Waktu pengambilan data dilakukan selama satu bulan yaitu tanggal 7 Juli - 6 Agustus 2025 dengan rata-rata produksi sebanyak 13 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan kedelai menjadi keripik tempe sagu pada UMKM Keripik Tempe Sagu “Tiga Saudara 354” menghasilkan nilai tambah yang positif dan memberikan keuntungan bagi pelaku usaha. Analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan, yang ditunjukkan oleh nilai R/C ratio lebih besar dari satu serta nilai BEP produksi dan penerimaan yang berada di bawah tingkat produksi aktual. Analisis sensitivitas memperlihatkan bahwa usaha masih tetap layak meskipun terjadi kenaikan harga bahan baku kedelai hingga batas tertentu, meskipun tingkat keuntungan mengalami penurunan. Maka, dapat disimpulkan bahwa UMKM Keripik Tempe Sagu “Tiga Saudara 354” memiliki prospek usaha yang baik. Implikasi pada penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan efisiensi biaya produksi, pencatatan keuangan yang terstruktur, serta pengendalian risiko harga bahan baku guna mendukung keberlanjutan dan pengembangan usaha dimasa yang akan datang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Agroindustry plays an important role in increasing the added value of agricultural commodities and strengthening the community's economy, particularly through the development of Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM). Soybeans are one of the strategic food commodities that are widely processed into various types of products, one of which is tempeh. Processing tempeh into sago tempeh chips is a form of product diversification that can extend shelf life, increase added value, and strengthen product competitiveness. However, dependence on imported soybean raw materials and fluctuations in soybean prices are major challenges that have the potential to affect the sustainability of soybean-based agro-industry businesses. The processing of soybeans into tempeh sago chips by UMKM generally does not have a clearly defined added value, so it must undergo careful analysis and planning so that UMKM can reduce the risk of failure and obtain profits, there by determining whether the business being run is feasible or not. This study was conducted to analyze the added value of soybeans, the financial feasibility of the business, and the level of sensitivity to changes in raw material prices at the Tiga Saudara 354 UMKM in Bogor Regency. The research method used was a case study with a quantitative descriptive analysis approach. Value-added analysis was performed using the Hayami method, while financial feasibility analysis included calculations of costs, revenues, profits, R/C ratio, and BEP. Additionally, sensitivity analysis was conducted to determine the impact of soybean price increases on business feasibility. Data collection was conducted over a period of one month, from July 7 to August 6, 2025, with an average production of 13 times. The results of the study indicate that processing soybeans into sago tempe chips at the Tiga Saudara 354 positive added value and provides benefits for business actors. Financial feasibility analysis shows that this business is feasible to run, as indicated by an R/C ratio greater than one and a production and revenue BEP below the actual production level. Sensitivity analysis shows that the business remains feasible even if there is an increase in the price of soybean raw materials up to a certain limit, although the profit level will decrease. Therefore, it can be concluded that the Tiga Saudara 354 has good business prospects. The implications of this study emphasize the importance of improving production cost efficiency, structured financial recording, and controlling raw material price risks to support business sustainability and development in the future.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save