Home
Login.
Artikelilmiahs
52277
Update
MUHAMMAD WIJDAN NUR FAWWAZ
NIM
Judul Artikel
Prioritas Penanganan Pengangguran Di Kabupaten Banyumas: Studi Tentang Implementasi Program Promosi Penanaman Modal
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Program Promosi Penanaman Modal sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam mengurangi pengangguran melalui peningkatan investasi. Namun, peningkatan investasi belum diikuti penurunan pengangguran karena didominasi investasi padat modal yang memiliki daya serap tenaga kerja rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja implementasi program tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta penentuan informan secara purposive sampling pada Bappedalitbang dan DPMPTSP yang dianalisis menggunakan model interaktif dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program belum optimal, ditandai dengan keterbatasan kemampuan SDM dalam bahasa asing dan teknologi informasi, orientasi pelaksana yang masih prosedural, serta koordinasi yang belum berfokus pada penyerapan tenaga kerja. Selain itu, kebijakan kawasan industri turut membatasi investasi padat karya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Investment Promotion Program is an effort by the Banyumas Regency Government to reduce unemployment by increasing investment. However, this increase in investment has not been accompanied by a decrease in unemployment due to the dominance of capital-intensive investments with low labor absorption. This study aims to describe the performance of the program's implementation. The method used was descriptive qualitative, with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. Informants were selected through purposive sampling at the Bappedalitbang and DPMPTSP. The analysis used an interactive model with source triangulation. The results indicate that program implementation is suboptimal, characterized by limited human resource skills in foreign languages and information technology, procedural implementation, and coordination that does not focus on labor absorption. Furthermore, industrial area policies also limit labor-intensive investment.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save