Home
Login.
Artikelilmiahs
52229
Update
JULIANA DWI NATASYA
NIM
Judul Artikel
PENANGANAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (Studi Putusan Nomor 6/Pid.Sus-Anak/2024/PN.Smg)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim serta penerapan perlindungan hukum anak dalam Putusan Nomor 6/Pid.Sus-Anak/2024/PN.Smg terkait tindak pidana narkotika yang dilakukan oleh anak. Kasus melibatkan seorang anak berusia 17 tahun yang terlibat dalam permufakatan jahat peredaran narkotika atas perintah ayah kandungnya. Meskipun Balai Pemasyarakatan merekomendasikan pengembalian kepada wali sebagai bentuk rehabilitasi sosial, hakim menjatuhkan pidana penjara 2 tahun 10 bulan dan pelatihan kerja 6 bulan, sehingga menimbulkan benturan antara pendekatan punitif Undang-Undang Narkotika dan prinsip keadilan restoratif dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA). Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Analisis diarahkan untuk menilai kesesuaian putusan hakim dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak dan teori pertimbangan hukum hakim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim lebih menitikberatkan pada aspek yuridis dan pembuktian unsur tindak pidana, sementara aspek perlindungan anak, kondisi psikososial, serta rekomendasi Bapas kurang mendapat perhatian. Akibatnya, putusan belum sepenuhnya mencerminkan tujuan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) yang mengedepankan pembinaan dan pemulihan anak. Penelitian ini menegaskan perlunya harmonisasi antara Undang-Undang Narkotika dan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) dalam penanganan perkara narkotika oleh anak.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to analyze the judge’s legal considerations and the application of child legal protection in Decision Number 6/Pid.Sus-Anak/2024/PN.Smg concerning a narcotics criminal act committed by a child. The minor participated in a conspiracy to distribute narcotics under the direction of his biological father. Although the Correctional Center recommended returning the child to his guardian for social rehabilitation, the court sentenced him to two years and ten months in prison, accompanied by vocational training. This verdict creates a distinct tension between the punitive approach of the Narcotics Law and the restorative justice framework mandated by the Juvenile Criminal Justice System (UU SPPA) Law. Utilizing a normative legal research method with legislative, case, and conceptual approaches, this study evaluates the decision's consistency with judicial discretion and the "best interests of the child." The analysis indicates that the judge prioritized formal legal proof and criminal elements, largely overlooking the child’s psychosocial vulnerability and the Correctional Center recommendations. Consequently, the decision does not fully align with the Child Protection Law, which favors rehabilitation over incarceration. The study underscores the urgent need for legal harmonization between narcotics regulations and juvenile justice laws to ensure fair handling of minors in drug cases.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save