Home
Login.
Artikelilmiahs
52208
Update
RAFI ASHZA SEJATI
NIM
Judul Artikel
GAMBARAN KARAKTERISTIK LINGKUNGAN FISIK PONDOK PESANTREN MODERN DAN TRADISIONAL TERKAIT POTENSI PENULARAN TUBERKULOSIS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang besar di Indonesia, khususnya pada populasi yang rentan seperti pondok pesantren. Kondisi bangunan yang kurang memadai, termasuk ventilasi yang tidak cukup, pencahayaan yang kurang, serta kepadatan hunian yang tinggi, dapat meningkatkan risiko penularan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik lingkungan fisik pondok pesantren modern dan tradisional yang berkaitan dengan potensi penularan tuberkulosis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif pada 20 titik pengamatan lingkungan di pondok pesantren, yang terdiri dari 10 titik di Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Cilongok dan 10 titik di Pondok Pesantren Tradisional Miftahul Falah Tambak, mewakili asrama santri putra dan putri. Variabel yang diamati meliputi kepadatan hunian, ventilasi, pencahayaan alami, kelembapan, suhu, jenis lantai, jenis dinding, dan kebersihan. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus 2025 menggunakan lembar observasi dan alat ukur terkalibrasi, yaitu meteran untuk mengukur dimensi ruangan, luxmeter untuk mengukur intensitas pencahayaan, serta thermo-hygrometer untuk mengukur suhu dan kelembapan. Hasil: Seluruh titik pengamatan pada pondok pesantren modern maupun tradisional (100%) tidak memenuhi standar kepadatan hunian. Pencahayaan yang memenuhi standar lebih banyak ditemukan pada pondok pesantren modern (60%) dibandingkan pondok pesantren tradisional (40%). Kelembapan yang memenuhi standar ditemukan pada pondok pesantren modern (80%) dan tradisional (60%). Suhu memenuhi standar pada seluruh titik pengamatan (100%). Ventilasi yang memenuhi standar lebih banyak ditemukan pada pondok pesantren modern (70%) dibandingkan pondok pesantren tradisional (20%). Semua jenis lantai memenuhi standar, sedangkan jenis dinding pada pondok pesantren modern memenuhi standar, namun pada pondok pesantren tradisional terdapat 20% yang tidak memenuhi standar. Kesimpulan: Pondok pesantren tradisional memiliki potensi risiko lingkungan yang lebih tinggi terhadap penularan tuberkulosis dibandingkan pondok pesantren modern, terutama ditinjau dari kepadatan hunian, ventilasi, dan pencahayaan. Kata kunci: Deskriptif, Tuberkulosis, Lingkungan fisik, Pondok pesantren
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Tuberculosis remains a major public health problem in Indonesia, specially neglect population like Islamic boarding schools. Poor building conditions, including inadequate ventilation, insufficient lighting, high occupancy density, may increase risk of transmission. This study describing physical environmental characteristics of modern and traditional Islamic boarding schools related to potential transmission tuberculosis. Method: This study employed a descriptive observational design at 20 environmental observation points in islamic boarding school, consist in 10 points in Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Cilongok and 10 points in Pondok Pesantren Tradisional Miftahul Falah Tambak, representing male and female student dormitories. The variables observed included occupancy density, ventilation, natural lighting, humidity, temperature, floor type, wall type, and cleanliness. Data collection was carried out from July to August 2025 using observation sheets and calibrated measuring instruments, measuring tape assess room dimensions, luxmeter measure lighting intensity, thermo-hygrometer measure temperature & humidity. Results: All observation points both modern and traditional boarding schools (100%) did not meet occupancy density standard. Adequate lighting was more common in modern boarding school (60%) than in traditional one (40%). Adequate humidity was observed in modern (80%) and traditional (60%) boarding school. Temperature met standard for all observation points (100%). Adequate ventilation was more frequent in modern boarding school (70%) than in traditional one (20%). All floor types met the standard, while wall types met standard modern boarding school but 20% in traditional boarding school did not. Conclusion: Traditional Islamic boarding schools higher potential environmental risk for tuberculosis transmission compared to modern Islamic boarding schools, particularly in terms of occupancy density, ventilation, and lighting. Keywords: Descriptive, Tuberculosis, Physical environment, Islamic boarding school
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save