Home
Login.
Artikelilmiahs
52188
Update
DIAH PUSPITA
NIM
Judul Artikel
ALUR KERJA ADMINISTRASI PEMROSESAN SURETY BOND, DARI PENGAJUAN HINGGA PENERBITAN POLIS, DI PT ASURANSI KREDIT INDONESIA (PERSERO) CABANG PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Efisiensi operasional dalam alur kerja mulai dari pengajuan permohonan hingga penerbitan polis Surety Bond merupakan faktor penentu keberhasilan yang krusial dalam layanan penjaminan, di mana Surety Bond sendiri didefinisikan sebagai perjanjian penjaminan tripartit antara Penjamin (PT Asuransi Kredit Indonesia), Terjamin (kontraktor), dan Penerima Jaminan (pemilik proyek). PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) Kantor Cabang Purwokerto menerapkan regimen administrasi dan underwriting yang ketat untuk mempercepat penanganan permohonan dengan tetap memastikan kepatuhan terhadap standar kualifikasi risiko. Tujuan dari kajian ini adalah untuk memeriksa dan memetakan tahapan prosedur yang mencakup fase penerimaan dokumen, evaluasi risiko (underwriting), hingga penerbitan dokumen penjaminan, sehingga melalui pemahaman mendalam terhadap setiap langkah tersebut, jangka waktu pemrosesan permohonan dapat dioptimalkan demi menjaga keberlangsungan proyek klien. Alur kerja penerbitan polis ini dimulai dari rujukan Terjamin ke Divisi Pemasaran, diikuti oleh validasi dokumen, analisis risiko oleh underwriter yang menghasilkan keputusan akseptasi atau penolakan, pembayaran premi, hingga fase penerbitan akhir, di mana pendekatan terstruktur ini berfungsi sebagai penyaring awal untuk mengurangi potensi liabilitas sekaligus memperkuat peran penjamin dalam melindungi kepentingan Penerima Jaminan melalui metodologi penyusunan yang melibatkan praktik kerja lapangan langsung dan wawancara.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Operational efficiency in the workflow spanning application submission to Surety Bond policy issuance represents a critical determinant of success in surety services. A Surety Bond is characterized as a tripartite guarantee pact among the Surety (PT Asuransi Kredit Indonesia), the Principal (contractor), and the Obligee (project owner). PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) Purwokerto Branch utilizes a rigorous administrative and underwriting regimen to expedite application handling while ensuring compliance with risk qualification benchmarks. The purpose of this study is to examine and chart the procedural pathway, including phases of document reception, risk evaluation (underwriting), through to the issuance of the surety document. Through in-depth insight into each procedural step, the timeframe for application processing from the Principal to policy delivery can be optimized, proving essential for upholding clients' project continuity. The workflow for policy issuance initiates with the Principal's referral to the Marketing Division, followed by document validation, underwriter-conducted risk analysis resulting in acceptance or rejection, premium remittance, and the final issuance phase. This structured approach acts as a preliminary filter to reduce potential liabilities, while enhancing the guarantor's role in protecting the Obligee's interests. The approach adopted for this article's development involves hands-on operational practices and interviews.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save