Home
Login.
Artikelilmiahs
52016
Update
DIANA KAMILAH
NIM
Judul Artikel
PEMBERIAN BERAS ANALOG JAGUNG DAN BERAS ANALOG SINGKONG TERHADAP PROFIL LIPID, KADAR MDA, DAN INDEKS LEE PADA TIKUS OBESITAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Obesitas merupakan faktor risiko utama penyakit tidak menular. Prevalensi obesitas di Indonesia terus meningkat. Beras analog jagung dan singkong yang diproduksi oleh PT. HDN mengandung serat makanan yang relatif tinggi (9,22% dan 8,93%). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh beras analog jagung dan singkong terhadap berat badan, profil lipid (kolesterol total, HDL, LDL, trigliserida), kadar malondialdehyde (MDA), dan indeks Lee pada tikus Wistar jantan obesitas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain pra-uji dan pasca-uji acak dengan kelompok kontrol. Tikus dibagi menjadi 6 kelompok: K1 (normal), K2 (obesitas + pakan standar), K3 dan K4 (obesitas + beras analog jagung dengan frekuensi pemberian dua dan tiga kali lipat), dan K5 dan K6 (obesitas + beras analog singkong dengan frekuensi pemberian dua dan tiga kali lipat). Induksi obesitas selama delapan minggu dengan menggunakan diet tinggi lemak dan tinggi karbohidrat, serta intervensi selama delapan minggu. Parameter yang diamati diukur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik jagung maupun singkong analog beras secara signifikan memperbaiki parameter terkait obesitas pada tikus Wistar yang obesitas. Kelompok obesitas yang diberi pakan standar (K2) menunjukkan peningkatan profil lipid, kadar MDA, dan indeks Lee. Sebaliknya, kelompok perlakuan (K3–K6) menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan K2. Kandungan serat pada beras analog berkontribusi dalam mendukung pengendalian berat badan dan memperbaiki profil lipid. Kesimpulannya, pemberian jagung dan singkong analog beras dua atau tiga kali sehari berpotensi mengurangi risiko obesitas dengan memperbaiki metabolisme lipid, mengurangi stres oksidatif, dan mengendalikan berat badan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Obesity is a major risk factor for non-communicable diseases. The prevalence of obesity in Indonesia continues to rise. Corn and cassava analog rice produced by PT. HDN contain relatively high dietary fiber (9.22% and 8.93%). This study aimed to evaluate the effects of corn and cassava analog rice on body weight, lipid profile (cholesterol total, HDL, LDL, triglycerides), malondialdehyde (MDA) levels, and Lee index in obese male Wistar rats. The research used an experimental method with a randomized pre-test and post-test with control group design. Rats were divided into 6 groups: K1 (normal), K2 (obese + standard feed), K3 and K4 (obese + corn analog rice with twice and three times feeding frequency), and K5 and K6 (obese + cassava analog rice with twice and three times feeding frequency). Obesity induction for eight-week by using a high-fat diet and high-carbo, and eight-week intervention. Parameters observed measured before and after intervention. The results showed that both corn and cassava analog rice significantly improved obesity-related parameters in obese Wistar rats. The obese group fed a standard feed (K2) demonstrated increased lipid prifile, MDA levels, and Lee index. The other way, the treatment groups (K3–K6) showed significant improvements compared to K2. The fiber content of analog rice contributed to supporting weight control and improving lipid profiles. In conclusion, feeding corn and cassava analog rice twice or three times daily has the potential to reduce obesity risk by improving lipid metabolism, reducing oxidative stress, and controlling body weight.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save