Home
Login.
Artikelilmiahs
51997
Update
NURAENAH
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Akupresur (Akuhelm) Sebagai Terapi Nonfarmakologis terhadap perfusi otak dan nyeri kepala pada pasien hipertensi di ruang HCU RSD Gunung Jati Kota Cirebon
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK OPTIMALISASI AKUPRESUR SEBAGAI TERAPI NONFARMAKOLOGIS UNTUK MENINGKATKAN PERFUSI OTAK DAN MEREDAKAN NYERI KEPALA Nuraenah1*, Saryono2, Endang Triyanto³ Latar Belakang Nyeri kepala merupakan salah satu keluhan yang sering dialami pasien hipertensi dan berpotensi menurunkan kualitas hidup serta produktivitas. Penggunaan terapi farmakologis dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif terapi nonfarmakologis yang aman dan efektif. Salah satu pendekatan komplementer yang berkembang adalah akupresur, yang diyakini mampu meningkatkan aliran darah serebral dan menurunkan intensitas nyeri kepala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi akupresur sebagai terapi nonfarmakologis dalam meningkatkan perfusi jaringan otak dan meredakan nyeri kepala pada pasien hipertensi. Tujuan: Untuk mengevaluasi efektivitas akupresur dalam meningkatkan perfusi jaringan dan mengurangi nyeri kepala, serta mengidentifikasi mekanisme fisiologis dan titik akupresur yang relevan dalam pengobatan sakit kepala. Metode: Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap I merupakan Research and Development dengan model ADDIE, meliputi analisis, desain, pengembangan, uji pakar, dan uji kelayakan hingga menghasilkan Akuhelm yang valid dan reliabel. Tahap II menggunakan desain quasi-experimental pre–post test with control group pada 60 pasien yang dipilih dengan purposive sampling. Kelompok intervensi (n=30) mendapatkan terapi Akuhelm, sedangkan kelompok kontrol (n=30) hanya mendapatkan terapi standar atau tidak diberikan Akuhelm. Instrumen observasi memiliki nilai CVI 1,00 dan kappa 0,833. Analisis data menggunakan Paired Sample T-test dan Independent T-test. Hasil: Pada tahap I, aplikasi dinyatakan layak berdasarkan penilaian ahli dan uji pengguna. Pada tahap II, Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok intervensi memiliki mean difference (Δ) nyeri sebesar 2,30 ± 0,90, sedangkan kelompok kontrol hanya sebesar 0,80 ± 0,70. Uji Mann–Whitney menghasilkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang menandakan adanya perbedaan penurunan tingkat nyeri yang bermakna antara kedua kelompok. Simpulan: Akuhelm efektif menurunkan nyeri kepala dan dapat menjadi alternatif terapi komplementer pada pasien hipertensi Kata Kunci: : Akupresur, Perfusi Otak, Nyeri Kepala, Titik Akupresur 1Mahasiswa Program Studi Magister Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman 2Departemen Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT OPTIMIZING ACUPRESSURE AS A NON-PHARMACOLOGICAL THERAPY TO IMPROVE BRAIN PERFUSION AND RELIEVE HEADACHE Nuraenah1*, Saryono2, Endang Triyanto³ Background: Headache is a common complaint experienced by hypertensive patients and has the potential to reduce quality of life and productivity. Long-term use of pharmacological therapy can cause side effects, necessitating safe and effective non-pharmacological alternatives. One emerging complementary approach is acupressure, which is believed to increase cerebral blood flow and reduce headache intensity. This study aims to analyze the optimization of acupressure as a non-pharmacological therapy to improve brain tissue perfusion and relieve headaches in hypertensive patients. Objective: To evaluate the effectiveness of acupressure in increasing tissue perfusion and reducing headache pain, and to identify physiological mechanisms and relevant acupressure points in headache treatment. Methods: The study was conducted in two stages. Phase I was a Research and Development (R&D) study using the ADDIE model, encompassing analysis, design, development, expert testing, and feasibility testing to produce a valid and reliable Akuhelm. Phase II employed a quasi-experimental pre-post test design with a control group on 60 patients selected using purposive sampling. The intervention group (n=30) received Akuhelm therapy, while the control group (n=30) received only standard therapy or no Akuhelm. The observation instrument had a CVI of 1.00 and a kappa of 0.833. Data analysis used a Paired Sample T-test and an Independent T-test. Results: In phase I, the application was declared feasible based on expert assessment and user testing. In phase II, the analysis showed that the intervention group had a mean difference (Δ) in pain of 2.30 ± 0.90, while the control group had only 0.80 ± 0.70. The Mann–Whitney test yielded a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant difference in pain reduction between the two groups. Conclusion: Akuhelm is effective in reducing headaches and can be an alternative complementary therapy for hypertension patients. Keywords: Acupressure, Cerebral Perfusion, Headache, Acupressure Points 1Master's Degree Student, Nursing Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University. 2. Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save