Home
Login.
Artikelilmiahs
51918
Update
UCUP SUPRIADI
NIM
Judul Artikel
Pengembangan Buku Panduan SIAGA (Sistem Informasi Ambulans dan Gawat Darurat) Untuk Meningkatkan Pengetahuan Dan Sikap Petugas Ambulans Desa Dalam Menghadapi Kondisi Gawat Darurat Di Wilayah Pedesaan
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Belum tersedianya bahan ajar atau pedoman teknis yang mengatur secara khusus mengenai kompetensi yang harus dimiliki oleh petugas ambulans desa. Hal ini mengakibatkan adanya kesenjangan dalam pelaksanaan pemberian layanan kegawatdaruratan diwilayah pedesaan baik dari segi pengetahuan, sikap, keterampilan, maupun kesiapsiagaan petugas dalam menangani kondisi gawat darurat yang terjadi disekitarnya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pengembangan Research and Development (R&D). Pengembangan buku panduan SIAGA dilakukan dengan mengadaptasi model ADDIE sebagai dasar pengembangan, yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap pengembangan dilakukan validasi buku panduan oleh para ahli serta uji akseptabilitas kepada pengguna. Tahap implementasi dilakukan dengan penerapan buku panduan SIAGA kepada 30 orang petugas ambulans desa menggunakan desain pre-experimental one group pretest–posttest. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner pengetahuan dan sikap. Analisis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Buku yang dikembangkan memiliki tingkat validitas yang tinggi dan layak digunakan melalui uji akseptabilitas pengguna dengan nilai rata-rata 82,37% (sangat layak). Berdasarkan pengukuran, menunjukan adanya peningkatan yang signifikan, di mana kategori “cukup” pada aspek pengetahuan maupun sikap bergeser menjadi kategori “baik” setelah diberikan intervensi. Hasil uji statistik pada variabel pengetahuan menunjukkan nilai p value < 0.001 dan effect size (r) = 0,86 (besar) dan pada variabel sikap menunjukan nilai p value < 0.001 dan effect size (r) = 0,87 (besar). Kesimpulan: Buku panduan SIAGA dinyatakan layak serta mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap pada petugas ambulans desa dalam menghadapi kondisi gawat darurat di wilayah pedesaan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: There is currently no standardized teaching material or technical guideline that specifically regulates the competencies required for village ambulance officers. This condition results in disparities in the delivery of emergency services in rural areas, particularly in terms of knowledge, attitudes, skills, and preparedness of officers in handling emergency situations within their communities. Methods: This study employed a Research and Development (R&D) approach. The development of the SIAGA guidebook was based on an adaptation of the ADDIE model, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. During the development stage, the guidebook was validated by experts and tested for user acceptability. The implementation stage involved applying the SIAGA guidebook to 30 village ambulance officers using a preexperimental one-group pretest–posttest design. The instruments used included knowledge and attitude questionnaires. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Results: The developed guidebook demonstrated a high level of validity and was deemed feasible for use based on the user acceptability test, with an average score of 82.37% (very feasible). The measurements indicated a significant improvement, in which the “moderate” category in both knowledge and attitude shifted to the “good” category after the intervention. Statistical analysis showed that the knowledge variable had a p-value < 0.001 with a large effect size (r = 0,86), while the attitude variable also showed a p-value < 0.001 with a large effect size (r = 0,87). Conclusion: The SIAGA guidebook is feasible for use and effective in improving the knowledge and attitudes of village ambulance officers in managing emergency conditions in rural areas
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save