Home
Login.
Artikelilmiahs
51874
Update
FAIZAH AULIA PUTRI MAHYUDIN
NIM
Judul Artikel
Adjourning dalam Kelompok Informal: Studi Kasus dalam Perkembangan dan Pembubaran STARLET IDOL
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Budaya populer Jepang di Indonesia berkembang tidak hanya melalui konsumsi media, tetapi juga melalui praktik budaya seperti komunitas dance cover dan chika idol. Dalam budaya populer, grup idol sering dikemas sebagai komoditas yang menonjolkan citra harmonis, namun secara sosiologis grup idol adalah organisasi sosial yang melewati tahap dinamika kelompok dan muculnya konflik sebagai realitas yang tidak terelakan. Penelitian ini mengkaji praktik budaya melalui studi kasus grup chika idol STARLET IDOL di Purwokerto dengan menggunakan teori kelompok informal Bruce W. Tuckman, khususnya tahap adjourning, untuk menganalisis perkembangan, pemaknaan relasi sosial, dan proses pembubaran kelompok informal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap mantan anggota dan pihak manajemen STARLET IDOL. Data dianalisis dengan memetakan dinamika kelompok ke dalam tahapan yang ada dalam teori kelompok informal, serta menekankan pengalaman subjektif informan dan makna sosial-budaya yang muncul pada fase akhir kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik internal yang tidak terselesaikan menghambat proses norming dan performing, sehingga tahap adjourning dimaknai tidak hanya sebagai pembubaran struktural, tetapi juga sebagai putusnya ikatan sosial dan runtuhnya identitas kolektif anggota. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tahap adjourning dalam kelompok informal berbasis budaya populer merupakan peristiwa budaya yang kompleks dan mencerminkan kerentanan relasi sosial dalam praktik komunitas chika idol di Indonesia.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Japanese popular culture in Indonesia has developed not only through media consumption, but also through cultural practices such as dance cover communities and chika idols. In popular culture, idol groups are often packaged as commodities that emphasize a harmonious image, but sociologically speaking, idol groups are social organizations that go through stages of group dynamics and the emergence of conflict as an inevitable reality. This study examines cultural practices through a case study of the chika idol group STARLET IDOL in Purwokerto using Bruce W. Tuckman's Informal Group Theory, specifically the adjourning stage, to analyze the development, meaning of social relationships, and the process of informal group dissolution. This study uses a qualitative method with a case study approach, with data collection techniques in the form of in-depth interviews with former members and management of STARLET IDOL. The data were analyzed by mapping the group dynamics into the stages in the informal group theory, as well as emphasizing the subjective experiences of the informants and the socio-cultural meanings that emerged in the final phase of the group. The results show that unresolved internal conflicts hindered the norming and performing stages, so that the adjourning stage was interpreted not only as structural dissolution, but also as the severing of social ties and the collapse of the collective identity of the members. This study concludes that the adjourning stage in informal groups based on popular culture is a complex cultural event that reflects the vulnerability of social relations in the practice of chika idol communities in Indonesia.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save