Home
Login.
Artikelilmiahs
51871
Update
ATHIFFA RAIHANNA
NIM
Judul Artikel
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA STRATA 1 FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN MENGENAI PROGRAM DAGUSIBU
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pendahuluan: Penggunaan obat yang rasional merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan. Program Dagusibu (dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan obat yang benar. Mahasiswa kesehatan sebagai calon tenaga kesehatan diharapkan memiliki pengetahuan yang baik mengenai program ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa Strata 1 Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman mengenai Dagusibu serta menganalisis perbedaan tingkat pengetahuan antar jurusan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 239 mahasiswa semester 7 dari lima jurusan, yaitu Farmasi, Keperawatan, Ilmu Gizi, Kesehatan Masyarakat, serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, yang dipilih menggunakan quota sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat pengetahuan Dagusibu pada kategori cukup, yaitu 43,5%. Berdasarkan pada aspek Dagusibu, tingkat pengetahuan mahasiswa pada aspek dapatkan berada pada kategori kurang (47,3%). Pada aspek gunakan,tingkat pengetahuan mahasiswa berada pada kategori baik (38,9%). Selanjutnya, pada aspek simpan berada pada kategori cukup 38,9%, dan aspek buang berada pada kategori kurang 40,6%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan Dagusibu yang signifikan antar jurusan (p < 0,0001) dengan kekuatan hubungan sedang (Cramer’s V = 0,433). Kesimpulan : Tingkat pengetahuan mahasiswa Strata 1 Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman mengenai Dagusibu berada pada kategori cukup, dengan variasi dalam pengetahuan antara aspek Dagusibu dan antara jurusan. Selain itu terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antar jurusan (p-value < 0,05) dengan mahasiswa Farmasi memiliki pengetahuan tinggi dibandingkan jurusan lainnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Rational drug use is an essential part of health care services. The Dagusibu program (Get, Use, Store, and Dispose) aims to improve understanding of appropriate drug management. Health science students, as future health professionals, are expected to have adequate knowledge of this program. This study aimed to determine the level knowledge of undergraduate students of the Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University, regarding the Dagusibu program and to analyze differences in knowledge among study programs. Methods: This study employed an observational cross-sectional design. A total of 239 seventh-semester students from five study programs, Pharmacy, Nursing, Nutrition Science, Public Health, Physical Education and Health Department, were selected using quota sampling. Data were collected a validated and reliable questionnaire and analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test. Results: Students' level of knowledge regarding Dagusibu was predominantly in the moderate category (43,5%). Based on Dagusibu aspects, students' knowledge in the obtain aspect was mostly in the poor category (47,3%), the use aspect was predominantly in the good category (38,8%), the store aspect was mainly in the moderate category (38,9%), and the dispose aspect was largely in the poor category (40,6%). The Chi-Square test results indicated a statistically significant difference in Dagusibu knowledge levels among academic programs (p < 0,0001), with a moderate strength of association (Cramer’s V = 0,433). Conclusion: The level of knowledge of students at the Faculty of Health Science, Universitas Jenderal Soedirman, regarding Dagusibu was categorized as moderate, with variations in knowledge across Dagusibu aspects and among academic programs. In addition, there was a significant difference in knowledge levels among programs (p-value < 0,05), with Pharmacy students demonstrating higher knowledge compared to students from other programs
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save