Home
Login.
Artikelilmiahs
51798
Update
DAFFA'A DHARMAWANGSA GIE WARDAYA
NIM
Judul Artikel
RESILIENSI MORAL PADA MAHASISWA KEDOKTERAN TINGKAT PROFESI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Tidak hanya tantangan akademik, mahasiswa profesi kedokteran juga kerap dihadapkan pada situasi yang memunculkan ketegangan antara nilai etik yang ia pegang dengan realitas di lapangan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan moral adversity yang bila tidak ditangani secara tepat dapat berkembang menjadi moral suffering dan memengaruhi pembentukan profesionalisme calon dokter. Tujuan: Menggambarkan resiliensi moral pada mahasiswa kedokteran tingkat profesi Universitas Jenderal Soedirman dalam menghadapi tantangan etika selama proses pendidikannya. Metodologi: Menggunakan pendekatan kualitatif, data verbatim dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap mahasiswa kedokteran tingkat profesi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema utama hingga kategori dari verbatim yang telah ditranskrip. Hasil: Moral adversity dialami responden dalam berbagai bentuk, antara lain komunikasi tenaga medis dan pasien yang tidak empatik, pelayanan yang tidak komprehensif, pelanggaran privasi, ketidakadilan, perilaku tidak menghormati orang lain, konflik tanggung jawab, serta konflik kepatuhan terhadap otoritas. Manifestasi resiliensi moral muncul secara beragam dan dilihat dalam pelbagai aspek berdasarkan komponennya. Kesimpulan: Pengalaman praktik klinik mahasiswa profesi tidak hanya sarat dengan tantangan teknis, tetapi juga tantangan etik yang kompleks dan beragam. Pemahaman terhadap moral adversity dan proses resiliensi moral menjadi penting untuk mendukung pembentukan profesionalisme dan kesejahteraan moral mahasiswa kedokteran.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: In addition to academic challenges, medical clerkship students are frequently exposed to situations that create tension between their ethical values and the realities of clinical practice. This condition may lead to moral adversity which, if inadequately managed, can evolve into moral suffering and subsequently influence the development of professional identity among future physicians. Objective: To describe moral resilience among medical clerkship students at Jenderal Soedirman University in facing ethical challenges throughout their educational process. Methodology: This study employed a qualitative approach. Verbatim data were collected through in-depth interviews with medical clerkship students. Data analysis was conducted using thematic analysis to identify major themes and categories from the transcribed verbatim data. Results: Respondents experienced moral adversity in various forms, including non-empathetic physicians and patiens communication, non-comprehensive healthcare services, violations of patient privacy, injustice, disrespectful behavior toward others, conflicts of responsibility, and conflicts of obedience to authority. Manifestations of moral resilience emerged in diverse ways and were observed across multiple aspects based on its underlying components. Conclusion: Clinical practice experiences of medical clerkship students involve not only technical challenges but also complex and diverse ethical challenges. Understanding moral adversity and the processes of moral resilience is essential to support the development of professionalism and the moral well-being of medical students.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save