Home
Login.
Artikelilmiahs
51718
Update
ROSALIN AYU ANNAVI
NIM
Judul Artikel
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI DURASI PERUSAHAAN BERADA DI PAPAN PEMANTAUAN KHUSUS (PPK) BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2021-2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan mayoritas, financial distress, ukuran perusahaan, listing age, dan TVA terhadap durasi perusahaan berada di PPK BEI selama periode 2021 – 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi pada penelitian ini mencakup 122 perusahaan yang telah keluar dari Papan Pemantauan Khusus (PPK) pada periode 2021 – 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh 110 perusahaan sebagai sampel penelitian dengan total 128 observasi data panel. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak E-Views. Model yang digunakan pada penelitian ini yaitu Random Effect Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan mayoritas, financial distress, dan TVA tidak berpengaruh signifikan terhadap durasi perusahaan berada di PPK. Sebaliknya, ukuran perusahaan dan listing age terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap durasi perusahaan berada di PPK. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor internal perusahaan memiliki peran yang lebih dominan dalam menentukan cepat atau lambatnya perusahaan dapat keluar dari PPK. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi investor, perusahaan tercatat, dan regulator. Bagi investor, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menilai kualitas perusahaan sebelum berinvestasi. Bagi perusahaan tercatat, temuan ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk mempercepat perbaikan kinerja internal. Sementara itu, bagi regulator, khususnya BEI, hasil penelitian ini dapat menjadi masukan untuk memberikan perhatian khusus bagi perusahaan yang terindikasi mengalami hambatan birokrasi dalam proses pemulihannya agar dapat segera keluar dari PPK.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to analyze the influence of majority ownership, financial distress, firm size, listing age, and Trading Volume Activity (TVA) on the duration of companies' stay in the Papan Pemantauan Khusus (PPK) IDX for the period 2021–2024. This research adopts a quantitative approach, utilizing secondary data obtained from the official website of the Indonesia Stock Exchange (IDX). The population includes 122 companies that exited the Papan Pemantauan Khusus (PPK) during the 2021–2024 period. Using a purposive sampling technique, 110 companies were selected as the research sample, resulting in 128 panel data observations. The data were analyzed using panel data regression with E-Views software, and the Random Effect Model (REM) was determined as the most appropriate estimation model. The results indicate that majority ownership, financial distress, and TVA do not have a significant effect on the duration of companies in the PPK. Conversely, firm size and listing age are proven to have a positive significant effect on the duration. These findings suggest that internal organizational factors play a more dominant role in determining how quickly or slowly a company can exit the special monitoring board. This study provides practical implications for investors, listed companies, and regulators. For investors, the findings may serve as a consideration in assessing firm quality prior to making investment decisions. For listed companies, the results can be used as an evaluation tool to accelerate improvements in internal performance. Meanwhile, for regulators, particularly the IDX, the findings may serve as input to provide special attention to companies indicated to experience bureaucratic constraints in their recovery process, so that they can exit the PPK more promptly.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save