Home
Login.
Artikelilmiahs
51649
Update
GHANI RIZKITA AMALIA
NIM
Judul Artikel
Pendidikan Tinggi sebagai Instrumen Mobilitas Sosial: Studi pada Pengalaman Anak Pekerja Migran
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengalaman subjektif anak pekerja migran di Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas dalam menempuh pendidikan tinggi sebagai instrumen mobilitas sosial menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remitansi terbukti menjadi modal ekonomi dan sosial yang memungkinkan akses ke jenjang perguruan tinggi. Di tengah keterbatasan akademik, kesenjangan sosial, dan tekanan psikologis akibat perpisahan dengan orang tua, anak pekerja migran mengembangkan resiliensi, memanfaatkan jaringan sosial, serta memaknai pendidikan tinggi sebagai sarana memutus rantai kemiskinan keluarga. Anak pekerja migran memahami bahwa pencapaian akademik bukan semata keberhasilan individual, melainkan bentuk balas jasa atas pengorbanan orang tua dan investasi kolektif keluarga. Temuan ini menegaskan fungsi transformatif perguruan tinggi sekaligus membuka peluang pengembangan kebijakan yang lebih inklusif, seperti program beasiswa khusus, layanan mentoring sensitif, pendampingan akademik sejak dini, literasi keuangan bagi keluarga migran, serta sistem pemantauan kesejahteraan anak-anak yang ditinggalkan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to examine the subjective experiences children of migrant workers in Gumelar Subdistrict, Banyumas Regency, in pursuing higher education as an instrument of social mobility using qualitative methods with a phenomenological approach. The results of the study show that remittances have proven to be economic and social capital that enables access to higher education. Amid academic limitations, social inequality, and psychological pressure due to separation from their parents, children of migrant workers develop resilience, utilize social networks, and interpret higher education as a means of breaking the cycle of family poverty. Children of migrant workers understand that academic achievement is not merely an individual success, but a form of gratitude for their parents sacrifices and the collective investment of their families. These findings affirm the transformative function of higher education while opening up opportunities for the development of more inclusive policies, such as special scholarship programs, sensitive mentoring services, early academic assistance, financial literacy for migrant families, and a monitoring system for the welfare of children left behind.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save