Home
Login.
Artikelilmiahs
51636
Update
MEYLIANA ZAHRANI
NIM
Judul Artikel
Kekuatan Jokowi Effect Dalam Pemenangan Pasangan Prabowo-Gibran Pada Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden Tahun 2024 Di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini menganalisis bagaimana Jokowi Effect melalui kekuatan simboliknya dapat mempengaruhi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024, yang ditandai dengan adanya perubahan yang signifikan melalui kemenenangan Prabowo-Gibran di wilayah yang menjadi basis partai tertentu. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana Jokowi Effect melalui kekuatan politik simbolik dan non-electoral dari Jokowi sebagai presiden petahana dapat mempengaruhi pemenangan kandidat tertentu dan mengubah peta politik di wilayah Kabupaten Banyumas. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis studi lapangan, penelitian ini mengeskplorasi bagaimana Jokowi Effect melalui keuntungan petahananya dan pencapaian kebijakannya dapat mempengaruhi preferensi pemilih di Banyumas untuk berpihak pada Prabowo-Gibran yang dianggap kontinuitas dari Jokowi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa efek Jokowi pada Pilpres 2024 di Kabupaten Banyumas signifikan terhadap kemenangan Prabowo-Gibran di Banyumas. Melalui teori keuntungan petahana, Jokowi mengalokasikan sumber daya kekuasaannya secara implisit melalui distribusi bantuan sosial, framing media, jejaring sosial politik, dan keterlibatan aparatur negara yang ia punya untuk memberi sinyal kepada ahli warisnya. Studi ini menekankan bagaimana kepuasan masyarakat Banyumas dan pencapaian kebijakan strategis Jokowi ditransfer pengaruhnya kepada kandidat yang dianggap keberlanjutan dari pemerintahan Jokowi. Temuan ini memperkuat pemahaman bagaimana keterlibatan secara tidak langsung seorang petahana dapat mengubah peta politik lokal meskipun ia tidak mencalonkan diri kembali. Melalui penelitian ini dapat memperkaya literatur terutama untuk memahami presiden petahana yang tidak menjabat lagi mempengaruhi dinamika persaingan calon presiden di tingkat lokal.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research is titled Kekuatan Jokowi Effect dalam Pemenangan Pasangan Prabowo-Gibran pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024 di Kabupaten Banyumas. This study analyzes how the Jokowi Effect through its symbolic power can affect the 2024 Presidential and Vice Presidential Elections, which are marked by significant changes through the appeasement of Prabowo-Gibran in areas that are the base of certain parties. This study aims to analyze and describe how the Jokowi Effect through the symbolic and non-electoral political power of Jokowi as the incumbent president can affect the victory of certain candidates and change the political map in the Banyumas Regency. The method used in this study is a qualitative method with a type of field study, this study explores how the Jokowi Effect through its incumbency advantages and policy achievements can affect the preferences of voters in Banyumas to side with Prabowo-Gibran which is considered a continuity of Jokowi. The data collection technique in this study uses in-depth interviews, observations, and documentation. Key informants from community leaders, Jokowi loyalists, political parties, election organizers, state officials (TNI and village heads), retired officers, local media, Prabowo-Gibran and Ganjar-Mahfud volunteers, and several communities. The findings of this study show that Jokowi's effect in the 2024 Presidential Election in Banyumas Regency is significant to Prabowo-Gibran's victory in Banyumas. Through the theory of incumbent advantage, Jokowi allocates his power resources implicitly through the distribution of social assistance, media framing, socio-political networks, and the involvement of state apparatus that he has to signal to his heirs. This study emphasizes how the satisfaction of the people of Banyumas and the achievement of Jokowi's strategic policies are transferred to candidates who are considered the sustainability of the Jokowi administration. These findings reinforce the understanding of how an incumbent's indirect involvement can change the local political map even if he or she is not running for re-election. Through this research, it can enrich the literature, especially to understand the incumbent president who is no longer in office, affecting the dynamics of the presidential candidate competition at the local level.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save