Home
Login.
Artikelilmiahs
51623
Update
ABHIRAMA FIRJA AHMADI
NIM
Judul Artikel
IMPLEMENTATION OF DEVELOPMENT BY PROBATION AND PAROLE OFFICEFOR JUVENILE IN CARRYING OUT SUPERVISION SANCTIONS (Case Study in the area of the Purwokerto Class II Probation and Parole Office)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Anak yang berkonflik dengan hukum yang dikenai sanksi pidana pengawasan adalah anak yang terbukti bersalah melakukan tindak pidana dan dijatuhi sanksi pidana dengan syarat pengawasan. Sebagaimana yang telah tercantum dalam Pasal 77 ayat (2) Undang-Undang No.11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, anak yang dijatuhi pidana pengawasan akan ditempatkan di bawah pengawasan penuntut umum dan dibimbing oleh pembimbing kemasyarakatan. Balai Pemasyarakatan (BAPAS) adalah instansi yang melaksanakan tugas dan fungsi penelitian kemasyarakatan, pembimbingan, pengawasan, dan pendampingan terhadap anak. Penelitian ini bertujuan untuk membahas bagaimana efektivitas BAPAS selaku Pembimbing Kemasyarakatan dalam menyelenggarakan proses pembinaan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum yang dijatuhi sanksi pidana pengawasan selama menjalani masa pidananya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis sosiologis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pembimbing Kemasyarakatan telah melakukan pembinaan dengan efektif terhadap anak yang berkonflik dengan hukum yang dijatuhi sanksi pidana pengawasan sesuai dengan ketentuan yang telah tercantum dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2012. Namun dalam praktiknya, Pembimbing Kemasyarakatan masih memiliki kekurangan. Dalam proses pembinaan terhadap anak berlangsung, BAPAS memiliki faktor-faktor yang mendukung dalam proses pembinaan anak seperti luasnya cakupan wilayah kerja BAPAS. Namun faktor-faktor pendukung tersebut juga dapat menjadi penghambat BAPAS dalam proses pembinaan, apabila BAPAS memiliki cakupan wilayah kerja yang luas maka BAPAS akan mengalami kesulitan dalam menangani banyak kasus anak sekaligus.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Juvenile who is subject to criminal sanctions of supervision is a child who is proven guilty of committing a criminal act and sentenced to criminal sanctions with conditions of supervision. As stated in Article 77 paragraph (2) of Law No. 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice, Children who are sentenced to supervision will be placed under the supervision of the public prosecutor and guided by a Community Guidance Officers. Probation and Parole Office (BAPAS) are an agency that carries out the duties and functions of Social Inquiry Reports, guidance, supervision, and assistance for children. This study aims to discuss how effective BAPAS as a Community Guidance Officers in organizing the Development process for juvenile who are sentenced to criminal sanctions of supervision while serving their criminal sentence. This study uses a socio-legal research method. The results of this study shows that the Community Guidance Officers effectively developing Juvenile with criminal supervision in accordance of Law No. 11 of 2012. However, practically in the process of Developing juvenile the Community Guidance Officers still had many flaws. While the process of development occurred, BAPAS has factors that support the child development process such as the broad of BAPAS' work area. However, these supporting factors can also be an obstacle for BAPAS in the Development process, if BAPAS has a wide coverage of the work area, BAPAS will have difficulties in handling many child cases at once.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save