Home
Login.
Artikelilmiahs
51539
Update
TRI YULI LESTARI
NIM
Judul Artikel
Determinan Tingkat Pengangguran Terbuka di Provinsi Banten
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) merupakan indikator utama untuk menilai kondisi pengangguran di tingkat nasional maupun regional. Provinsi Banten tercatat sebagai wilayah dengan rata-rata TPT tertinggi di Indonesia selama periode 2017-2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor manufaktur, Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dan Indeks Pembangunan Gender (IPG) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Banten menggunakan regresi data panel dengan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDRB sektor manufaktur dan IPG berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TPT, sementara UMK berpengaruh positif dan signifikan. PMDN tidak berpengaruh signifikan terhadap TPT, yang mengindikasikan bahwa investasi domestik cenderung bersifat padat modal dan kurang menyerap tenaga kerja. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penguatan sektor manufaktur padat karya, penetapan upah minimum yang seimbang, serta peningkatan kualitas pembangunan gender untuk menurunkan tingkat pengangguran di Provinsi Banten.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Open Unemployment Rate (OUR) is a key indicator for assessing unemployment conditions at both the national and regional levels. Banten Province has recorded the highest average OUR in Indonesia over the 2017–2024 period. This study aims to analyze the effects of the manufacturing sector’s Gross Regional Domestic Product (GRDP), Regency/Municipality Minimum Wages (UMK), Domestic Investment (PMDN), and the Gender Development Index (GDI) on the Open Unemployment Rate in Banten Province using panel data regression with a Fixed Effect Model (FEM) approach. The results show that the manufacturing sector’s GRDP and the GDI have negative and significant effects on the OUR, while the UMK has a positive and significant effect. PMDN does not have a significant effect on the OUR, indicating that domestic investment tends to be capital-intensive and absorbs relatively little labor. The implications of this study emphasize the importance of strengthening labor-intensive manufacturing, setting balanced minimum wages, and improving the quality of gender development to reduce unemployment in Banten Province.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save