Home
Login.
Artikelilmiahs
51471
Update
RAGIL PURNOMO
NIM
Judul Artikel
PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN TERHADAP KINERJA ORGANISASI YANG DIMEDIASI INOVASI PADA RUMAH SAKIT DI JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Sistem Pengendalian Manajemen (SPM) terhadap Kinerja Organisasi dengan Inovasi sebagai variabel mediasi pada rumah sakit di Jawa Tengah. Penelitian ini berlandaskan pada kerangka teori Resource Based View (RBV) yang menekankan bahwa keunggulan kinerja organisasi dapat dicapai melalui pengelolaan sumber daya internal yang bernilai strategis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan alat analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan aplikasi SmartPLS 3, serta pengukuran kinerja organisasi melalui perspektif Balanced Scorecard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Pengendalian Manajemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi rumah sakit. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan SPM yang terstruktur melalui perencanaan, pengukuran, pengawasan, dan evaluasi kinerja mampu meningkatkan efektivitas proses bisnis, efisiensi operasional, kualitas layanan, kinerja keuangan, serta kepuasan pasien. SPM tidak hanya berfungsi sebagai alat pengendalian administratif, tetapi juga sebagai kapabilitas strategis yang mendukung pencapaian tujuan organisasi secara berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini membuktikan bahwa Sistem Pengendalian Manajemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap inovasi. Melalui penerapan Levers of Control, khususnya diagnostic control dan interactive control, rumah sakit mampu mendorong budaya pembelajaran organisasi, meningkatkan keterlibatan lintas unit, serta menciptakan ruang bagi pengembangan ide dan solusi baru baik dalam aspek klinis maupun administratif. Hal ini menegaskan bahwa SPM dapat berperan sebagai pendorong kapabilitas inovatif organisasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa inovasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi. Kemampuan rumah sakit dalam mengembangkan dan mengimplementasikan inovasi layanan, proses, teknologi, serta tata kelola terbukti berkontribusi terhadap peningkatan mutu layanan, percepatan proses kerja, pengurangan biaya operasional, dan peningkatan kepuasan pemangku kepentingan. Inovasi menjadi elemen strategis yang memperkuat daya saing dan responsivitas rumah sakit terhadap dinamika lingkungan kesehatan yang semakin kompleks. Lebih lanjut, hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi memediasi secara signifikan hubungan antara Sistem Pengendalian Manajemen dan kinerja organisasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian pengaruh positif SPM terhadap kinerja terjadi melalui penciptaan kondisi organisasi yang mendukung inovasi. Dengan demikian, hubungan antara SPM dan kinerja bersifat saling melengkapi (complementary), di mana inovasi berperan sebagai mekanisme penguat dampak SPM terhadap kinerja organisasi. Dari sisi implikasi praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi kebijakan bagi manajemen rumah sakit untuk memperkuat SPM melalui perencanaan strategis berbasis kinerja, penguatan sistem pengukuran dan evaluasi, serta integrasi Balanced Scorecard dalam pengelolaan organisasi. Selain itu, rumah sakit perlu mengembangkan kebijakan yang mendorong inovasi berkelanjutan melalui pembentukan unit inovasi, mekanisme pengajuan ide, pelatihan, serta percepatan digitalisasi layanan kesehatan. Kebijakan pengendalian dan inovasi perlu diintegrasikan secara seimbang agar mekanisme kontrol tidak menghambat kreativitas, melainkan memfasilitasi perbaikan berkelanjutan. Namun demikian, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, antara lain tingkat response rate yang relatif rendah, keterbatasan wilayah penelitian di Jawa Tengah, penggunaan data berbasis persepsi, desain penelitian cross-sectional, serta penggunaan satu variabel mediasi. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan wilayah, meningkatkan metode pengumpulan data, menggunakan data objektif, menerapkan desain longitudinal, serta mengembangkan model penelitian dengan variabel tambahan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi antara Sistem Pengendalian Manajemen yang efektif dan kapabilitas inovasi yang kuat merupakan fondasi utama dalam mencapai kinerja organisasi rumah sakit yang unggul. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan RBV serta kontribusi praktis bagi pengelolaan rumah sakit yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan publik
Abtrak (Bhs. Inggris)
Management Control Systems (MCS) on Organizational Performance with Innovation as a mediating variable in hospitals in Central Java. This study is based on the Resource-Based View (RBV) theoretical framework, which emphasizes that superior organizational performance can be achieved through strategic management of internal resources. The research method used was a quantitative approach using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) analysis using the SmartPLS 3 application, and organizational performance was measured through a Balanced Scorecard perspective. The results showed that the Management Control System had a positive and significant impact on hospital organizational performance. This finding indicates that the implementation of a structured MCS through planning, measurement, monitoring, and performance evaluation can improve business process effectiveness, operational efficiency, service quality, financial performance, and patient satisfaction. MCS serves not only as an administrative control tool but also as a strategic capability that supports the sustainable achievement of organizational goals. Furthermore, this study demonstrated that the Management Control System has a positive and significant impact on innovation. Through the implementation of Levers of Control, particularly diagnostic control and interactive control, hospitals are able to foster a culture of organizational learning, increase cross-unit engagement, and create space for the development of new ideas and solutions in both clinical and administrative aspects. This confirms that MCS can act as a driver of organizational innovative capabilities. This study also found that innovation has a positive and significant impact on organizational performance. The hospital's ability to develop and implement innovations in services, processes, technology, and governance has been shown to contribute to improved service quality, accelerated work processes, reduced operational costs, and increased stakeholder satisfaction. Innovation is a strategic element that strengthens the hospital's competitiveness and responsiveness to the increasingly complex dynamics of the healthcare environment. Furthermore, the study results show that innovation significantly mediates the relationship between Management Control Systems and organizational performance. This finding indicates that part of the positive influence of MCS on performance occurs through the creation of organizational conditions that support innovation. Thus, the relationship between MCS and performance is complementary, with innovation acting as a reinforcing mechanism for the impact of MCS on organizational performance. In terms of practical implications, this study provides policy recommendations for hospital management to strengthen MCS through performance-based strategic planning, strengthening measurement and evaluation systems, and integrating the Balanced Scorecard into organizational management. Furthermore, hospitals need to develop policies that encourage continuous innovation through the establishment of innovation units, idea submission mechanisms, training, and accelerating the digitalization of healthcare services. Control and innovation policies need to be balanced so that control mechanisms do not stifle creativity but instead facilitate continuous improvement. However, this study has several limitations, including a relatively low response rate, the limited study area in Central Java, the use of perception-based data, a cross-sectional study design, and the use of a single mediating variable. Therefore, future research is recommended to expand the scope, improve data collection methods, use objective data, implement a longitudinal design, and develop research models with additional variables. Overall, this study concludes that the combination of an effective Management Control System and strong innovation capabilities is the main foundation for achieving superior hospital organizational performance. These findings provide theoretical contributions to the development of the RBV and practical contributions to adaptive, innovative hospital management, oriented toward improving the quality of public services.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save