Home
Login.
Artikelilmiahs
51447
Update
NISRINA KHAIZARANI NURDIN
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN RESILIENSI PASIEN KANKER SERVIKS YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi menghadapi banyak stresor yang berdampak pada kondisi fisiologis dan psikologis pasien. Kondisi ini menuntut adanya resiliensi agar pasien mampu bertahan dan menyesuaikan diri selama proses pengobatan. Kecerdasan emosional berkaitan dengan kemampuan individu dalam mengenali, mengelola, dan mengendalikan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecerdasan emosional dengan resiliensi pada pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional study. Sampel berjumlah 79 pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi dengan teknik consecituve sampling. Instrumen yang digunakan adalah Trait Emotional Intelligence Questionnaire Short Form (TEIQUE-SF) dan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Analisis data yang digunakan adalah uji Somers’d. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi tertinggi responden pada penelitian ini berusia 46-55 tahun, dengan tingkat pendidikan SD, stadium 3, dan lama menderita memperoleh median 5 bulan. Sebagian besar responden memiliki kecerdasan emosional tinggi dan mayoritas responden memiliki resiliensi tinggi. Terdapat hubungan signifikan antara kecerdasan emosional dengan resiliensi pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi dengan arah hubungan positif dan kekuatan korelasi lemah (p = 0,000 dan r = 0,263). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan resiliensi pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi, dengan arah hubungan positif dan kekuatan korelasi lemah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional berperan dalam mengingkatkan resiliensi, tetapi bukan merupakan satu-satunya faktor yang memengaruhinya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Cervical cancer patients undergoing chemotherapy face many stressors that affect their physiological and psychological conditions. This condition requires resilience so that patients are able to survive and adapt during the treatment process. Emotional intelligence is related to an individual's ability to recognize, manage, and control emotions. This study aims to analyze the relationship between emotional intelligence and resilience in cervical cancer patients undergoing chemotherapy. Methodology: This study used a correlational quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 79 cervical cancer patients undergoing chemotherapy using consecutive sampling. The instruments used were the Trait Emotional Intelligence Questionnaire Short Form (TEIQUE-SF) and the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Data analysis used was Somers'd test. Results: The results showed that the highest proportion of respondents in this study were aged 46-55 years, with elementary school education, stage 3, and a median duration of suffering of 5 months. Most respondents had high emotional intelligence and the majority had high resilience. There was a significant relationship between emotional intelligence and resilience in cervical cancer patients undergoing chemotherapy, with a positive direction and weak correlation strength (p = 0.000 and r = 0.263). Conclusion: There is a significant relationship between emotional intelligence and resilience in cervical cancer patients undergoing chemotherapy, with a positive direction and weak correlation strength. These findings indicate that emotional intelligence plays a role in increasing resilience, but it is not the only factor that influences it.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save