Home
Login.
Artikelilmiahs
51357
Update
DOROJATUN KRISNA SISPUTRA
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN ADAS (Foeniculum vulgare Mill.) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN MENCIT MODEL MALARIA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium yang masih menjadi masalah di wilayah tropis khususnya Indonesia. Salah satu manifestasi klinis pada malaria Adalah anemia akibat hemolisis yang menyebabkan penurunan kadar hemoglobin dalam darah. Kombinasi obat artemisinin masih menjadi tatalaksana yang umum digunakan hingga kini, akan tetapi, penggunaan kombinasi artemisinin mulai mengalami resistensi sehingga diperlukannya alternatif untuk mencegah terjadinya anemia akibat pada malaria. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak daun adas (F. vulgare Mill.) terhadap kadar hemoglobin pada mencit (M. musculus) model malaria. Metode yang digunakan pada penelitian adalah true-experimental yang dilakukan pada 40 mencit yang dibagi ke dalam 8 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (DMSO), kelompok kontrol positif 1 (Ekstrak 400 mg/BB), kontrol positif 2 (P. berghei), dan kelompok perlakuan yang diinjeksi dengan P. berghei yang diberikan ekstrak dengan dosis 50 mg/BB, 100 mg/BB, 200 mg/BB, 400 mg/BB, 800 mg/BB dengan desain pretest-posttest with control group. Pengamatan dilakukan setiap 24 jam selama 5 hari semenjak infeksi menggunakan hemoglobinometer. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan uji friedmann. Pada penelitian ini dilakukan uji normalitas data tidak terdistribusi normal (p<0,005) dan uji homogenitas didapatkan data yang homogen (p>0.005). Analisis data dilanjutkan dengan menggunakan uji Friedmann didapatkan hasil 0.216 (p ≥ 0,05) yang menunjukkan tidak ada pengaruh pemberian ekstrak daun adas (F, vulgare Mill.) terhadap kadar hemoglobin mencit antar kelompok. Kesimpulan yang didapat adalah ekstrak daun adas (F. vulgare Mill.) tidak berpengaruh terhadap kadar hemoglobin mencit (M. musculus) model malaria.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Malaria is a disease caused by parasites of the genus Plasmodium and remains a significant problem in tropical regions, particularly Indonesia. One of its clinical manifestations is anemia due to hemolysis, which leads to a decrease in blood hemoglobin levels. Artemisinin-based combination therapy is still the standard and widely used treatment to date. However, the use of artemisinin combinations is beginning to encounter resistance, necessitating the exploration of alternatives to prevent anemia resulting from malaria. This study aims to determine the effect of fennel leaf (F. vulgare Mill.) extract on hemoglobin levels in a mouse (M. musculus) model of malaria. A true experimental method was used, conducted on 40 mice divided into 8 groups: a negative control group (DMSO), positive control group 1 (Extract 400 mg/kg BW), positive control group 2 (P. berghei), and treatment groups injected with P. berghei and administered the extract at doses of 50, 100, 200, 400, and 800 mg/kg BW, using a pretest-posttest with control group design. Observations were made every 24 hours for 5 days post-infection using a hemoglobinometer, and the results were analyzed using the Friedman test. The normality test showed that the data were not normally distributed (p<0.005), and the homogeneity test yielded homogeneous data (p>0.005). Subsequent data analysis using the Friedman test produced a result of 0.216 (p ≥ 0.05), indicating no effect of administering fennel leaf (F. vulgare Mill.) extract on hemoglobin levels among the mouse groups. In conclusion, fennel leaf (F. vulgare Mill.) extract does not affect hemoglobin levels in a mouse (M. musculus) model of malaria.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save