Home
Login.
Artikelilmiahs
51348
Update
AINI ZULFA NAWAL ZAKI
NIM
Judul Artikel
EFEKTIVITAS PATCH MUKOADHESIF EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus mitis
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar belakang. Tingginya prevalensi masalah gigi dan mulut di Indonesia berkontribusi pada tingginya angka pencabutan gigi. Infeksi bakteri pasca pencabutan gigi oleh Streptococcus mitis (S. mitis) sering dikaitkan dengan kasus bakteremia. Patch mukoadhesif ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea) 15% dapat menjadi pengobatan alternatif karena efek antibakterinya. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas antibakteri patch mukoadhesif ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea) 15% terhadap pertumbuhan S. mitis secara in vitro dan in silico. Metode. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratoris murni menggunakan uji difusi cakram Kirby–Bauer dengan kelompok perlakuan yang mengandung ekstrak bunga telang 15%, kontrol positif ampicilin, dan kontrol negatif, dilengkapi dengan analisis in silico menggunakan PASS online dan ADMET. Hasil uji in vitro selanjutnya dianalisis menggunakan uji Kruskall Wallis dan dilanjutkan uji Mann-Whitney. Hasil. Analisis in silico secara deskriptif pada senyawa aktif dalam bunga telang menunjukkan prediksi aktivitas antibakteri (Pa>Pi) pada 12 senyawa. Sebagian besar senyawa memiliki profil farmakokinetik (ADMET) yang dapat dikembangkan menjadi sediaan patch mukoadhesif, meliputi permeabilitas, kelarutan, dan lipofilisitas yang mendukung pelepasan senyawa aktif pada mukosa oral. Hasil uji toksisitas menunjukkan keamanan pada 15 senyawa pada kategori kelas 4-6. Hasil uji in vitro menunjukkan diameter zona hambat bakteri rata-rata 33,29±0,47 mm. Analisis statistik menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dibandingkan dengan kontrol negatif (p=0,037), sedangkan jika dibandingkan dengan kontrol positif tidak bermakna (p=0,05). Simpulan. Ekstrak bunga telang berpotensi menjadi alternatif obat antibakteri yang dapat dikembangkan untuk mencegah kasus infeksi bakteri pasca pencabutan gigi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background. The high prevalence of dental and oral problems in Indonesia contributes to the high rate of tooth extraction. Post-tooth extraction bacterial infections by Streptococcus mitis (S. mitis) are often associated with bacteremia. A 15% mucoadhesive patch of Clitoria ternatea flower extract can be an alternative treatment due to its antibacterial effect. Objective. To determine the antibacterial effectiveness of a 15% mucoadhesive patch of Clitoria ternatea flower extract against the growth of S. mitis in vitro and in silico. Method. This study was a laboratory experiment using the Kirby–Bauer disc diffusion test with treatment groups containing 15% Clitoria ternatea flower extract, ampicillin positive control, and negative control, supplemented by in silico analysis using PASS online and ADMET. The results of the in vitro test were then analyzed using the Kruskall Wallis test and continued with the Mann-Whitney test. Results. Descriptive in silico analysis of active compounds in Clitoria ternatea flower showed predicted antibacterial activity (Pa>Pi) in 12 compounds. Most compounds have pharmacokinetic profiles (ADMET) suitable for mucoadhesive patch development, including permeability, solubility, and lipophilicity supporting release in oral mucosa. Toxicity tests showed safety in 15 compounds within class 4–6. In vitro tests showed an average bacterial inhibition zone diameter of 33.29 ± 0.47 mm. Statistical analysis showed a significant difference between treatment groups and negative control (p = 0.037), but not compared to the positive control (p = 0.05). Conclusion. Butterfly pea flower extract has the potential as an alternative antibacterial drug to prevent bacterial infection after tooth extraction.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save