Home
Login.
Artikelilmiahs
51342
Update
WAFIQ AULIA PUTRI
NIM
Judul Artikel
Repertoar Aksi Queer for Palestine di Berlin: Dari Ruang Publik sampai Perlawanan Diskursif
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini menganalisis repertoar aksi dan perlawanan diskursif Queer for Palestine di Berlin dalam konteks politik Jerman yang represif terhadap solidaritas pro-Palestina. Menggunakan konsep repertoar Charles Tilly dan dengan memperluas analisis melalui konsep kekuasaan Michel Foucault, serta memanfaatkan rentang data 2019–2025, penelitian ini menelaah bagaimana gerakan Queer for Palestine di Berlin merespons pembatasan ruang publik dan kriminalisasi simbol Palestina yang dibingkai sebagai isu keamanan dan ketertiban publik. Dengan metode kualitatif dan pendekatan hermeneutika fenomenologis, penelitian ini menafsirkan tindakan kolektif, simbol, artefak budaya, serta produksi narasi publik yang dihasilkan oleh gerakan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran repertoar dari aksi jalanan menuju taktik non-konvensional seperti kampanye digital dan ruang budaya alternatif sebagai respons terhadap menyempitnya peluang politik. Secara diskursif, Queer for Palestine di Berlin merekonstruksi identitas queer sebagai identitas anti-kolonial, menentang praktik pinkwashing Israel, dan mengartikulasikan narasi moral yang menghubungkan perjuangan queer dengan pembebasan Palestina. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun tidak menghasilkan perubahan kebijakan secara langsung, gerakan ini membentuk perlawanan epistemik yang mengganggu narasi negara mengenai queer, keamanan, dan legitimasi politik. Dengan demikian, repertoar aksi Queer for Palestine di Berlin berfungsi sebagai strategi dekolonial untuk mempertahankan ruang resistensi di tengah eskalasi represi negara.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study analyzes the repertoire of actions and discursive resistance of Queer for Palestine in Berlin within the context of Germany's repressive politics toward pro-Palestinian solidarity. Using Charles Tilly's concept of repertoire and expanding the analysis through Michel Foucault's concept of power, as well as utilizing data from 2019–2025, this study examines how the Queer for Palestine movement in Berlin responds to restrictions on public space and the criminalization of Palestinian symbols framed as issues of public security and order. Using qualitative methods and a phenomenological hermeneutic approach, this study interprets the collective actions, symbols, cultural artifacts, and public narratives produced by the movement. The results show a shift in repertoire from street actions to unconventional tactics such as digital campaigns and alternative cultural spaces in response to narrowing political opportunities. Discursively, Queer for Palestine in Berlin reconstructs queer identity as an anti-colonial identity, opposes Israel's pinkwashing practices, and articulates a moral narrative linking queer struggles with Palestinian liberation. This research shows that although it does not directly result in policy change, this movement forms an epistemic resistance that disrupts the state's narratives on queerness, security, and political legitimacy. Thus, the repertoire of Queer for Palestine actions in Berlin functions as a decolonial strategy to maintain spaces of resistance amid escalating state repression.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save