Home
Login.
Artikelilmiahs
51340
Update
NUR FATHIYYAH
NIM
Judul Artikel
PENGARUH JAMUR ENTOMOPATOGEN Fusarium oxysporum YANG DIPERBANYAK PADA BEBERAPA MEDIA CAIR TERHADAP MORTALITAS ULAT JAGUNG Spodoptera frugiperda
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ulat grayak (Spodoptera frugiperda) merupakan hama utama pada tanaman jagung yang dapat mengakibatkan penurunan produksi. Jamur Fusarium oxysporum berpotensi sebagai agens pengendali hayati karena bersifat patogen terhadap beberapa jenis serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa media cair, yaitu PDB, air cucian beras, air kelapa, dan limbah cair tahu, terhadap produksi konidia F. oxysporum, mortalitas dan biologi larva, serta aktivitas makan larva S. frugiperda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan empat perlakuan yaitu isolat F. oxysporum diperbanyak pada media PDB sebagai kontrol, air cucian beras, air kelapa, dan limbah cair tahu. Setiap perlakuan diulang enam kali. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf kesalahan 5%. Apabila terdapat perbedaan nyata antar perlakuan, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi jamur tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah konidia, mortalitas, perkembangan stadia larva dan fertilitas imago. Perlakuan PDB menghasilkan umur hidup imago dan fekunditas tertinggi, sementara itu perlakuan air cucian beras memberikan umur hidup imago dan fekunditas terendah. Selain itu, perlakuan air cucian beras menghasilkan aktivitas makan larva terendah. Berdasarkan hasil penelitian, jenis media cair mempengaruhi beberapa aspek biologi S. frugiperda, meskipun tidak berpengaruh terhadap mortalitas larva.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The fall armyworm (Spodoptera frugiperda) is a major pest of maize that can cause significant yield losses. The fungus Fusarium oxysporum has potential as a biological control agent because it is pathogenic to several insect species. This study aimed to evaluate the effects of several liquid media PDB, rice-washing water, coconut water, and tofu wastewater on conidia production of F. oxysporum, larval mortality and biology, as well as the feeding activity of S. frugiperda larvae. This research used a non-factorial Randomized Block Design (RBD) with four treatments: F. oxysporum propagated in Potato Dextrose Broth (PDB) as the control, rice-washing water, coconut water, and tofu wastewater. Each treatment was replicated six times. Data were analyzed using ANOVA with a significance level of 5%. In cases of significant differences, the analysis continued with a least significant difference (LSD) test with a significance level of 5%. The results showed that the fungal application had no significant effect on conidia density, larval mortality, larval developmental duration, or adult fertility. The PDB treatment produced the longest adult lifespan and the highest fecundity, meanwhile, the rice-washing water treatment resulted in the shortest adult lifespan and the lowest fecundity.. In addition, the rice-washing water treatment also yielded the lowest larval feeding activity. Based on these findings, the type of liquid medium influences several biological aspects of S. frugiperda, although it does not affect larval mortality.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save