Home
Login.
Artikelilmiahs
51330
Update
UMMI HANNI
NIM
Judul Artikel
Gambaran Praktik MPASI dan Status Gizi Anak pada Ibu Bekerja dan Ibu Rumah Tangga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Prevalensi masalah gizi pada anak usia 6-24 bulan saat ini masih tinggi. Masalah gizi pada anak salah satunya disebabkan praktik pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang belum sesuai rekomendasi Kemenkes. Pekerjaan ibu menjadi salah satu faktor yang memengaruhi belum optimalnya praktik pemberian MPASI. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik pemberian MPASI dan status gizi anak usia 6-24 bulan pada ibu bekerja dan ibu rumah tangga (IRT). Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.Teknik sampling yang digunakan yaitu convenience sampling dengan jumlah sampel sebanyak 103 ibu. Pengambilan data menggunakan kuesioner praktik pemberian MPASI dan standar antropometri berdasarkan z-score BB/PB. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menyatakan bahwa sebagian besar praktik pemberian MPASI pada ibu bekerja (57,9%) dan IRT (60,7%) termasuk dalam kategori cukup. Adapun status gizi anak pada ibu bekerja (89,5%) dan IRT (89,3%) sebagian besar memiliki status gizi baik/normal. Kesimpulan: Praktik pemberian MPASI pada ibu bekerja dan IRT mayoritas masuk kategori cukup dengan status gizi anak baik/normal. Penguatan edukasi terkait prinsip pemberian MPASI dan perancangan strategi menu MPASI praktis padat nutrisi diperlukan untuk meningkatkan praktik pemberian MPASI dan menurunkan masalah gizi yang masih ditemui di Kelurahan Arcawinangun.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: The prevalence of nutritional problems in children aged 6-24 months remains high. One contributing factor is suboptimal complementary feeding (MPASI) practices that do not align with Ministry of Health recommendations. Maternal occupation is a significant factor influencing these practices. This study aims to describe MPASI practices and the nutritional status of children aged 6-24 months among working mothers and housewives. Methodology: This descriptive quantitative study employed a cross-sectional design. Convenience sampling was used, with a sample size of 103 mothers. Data were collected using an MPASI practice questionnaire and standard anthropometric measurements based on the Height-for-Weight (H/W) Z-score. Results: The study found that the majority of MPASI practices among working mothers (57,9%) and housewives (60,7%) were categorized as moderate. Regarding nutritional status, the majority of children of working mothers (89,5%) and housewives (89,3%) had good nutritional status. Conclusion: MPASI practices among both working mothers and housewives are predominantly moderate, with the majority of children exhibiting good/normal nutritional status. Strengthening education on MPASI principles and designing practical, nutrient-dense feeding strategies are necessary to improve MPASI practices and reduce the persisting nutritional problems in Arcawinangun Village.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save