Home
Login.
Artikelilmiahs
51309
Update
FARISAH GHAISANI
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN PERILAKU MELAKUKAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI PADA MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Kanker payudara merupakan masalah kesehatan dengan angka kejadian tinggi pada perempuan, sehingga SADARI menjadi metode deteksi dini yang penting. Pelaksanaan SADARI sering dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tingkat kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dengan perilaku SADARI pada mahasiswa keperawatan Unsoed. Metodologi: metode penelitian ini menggunakan metode cross-sectional. Besar sampel sebanyak 180 mahasiswi keperawatan semester 5 & 7 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling. Analisis data menggunakan uji Gamma. Kecemasan diukur menggunakan kuesioner STAI (State-Trait Anxiety Inventory), dan perilaku SADARI diukur menggunakan kuesioner yang diadopsi dari Dewi et.al (2021). Hasil Penelitian: karakteristik partisipan berusia 19-23 tahun, mayoritas berasal dari mahasiswa semester 5 sebanyak (55%), serta (10%) partisipan memiliki riwayat kanker payudara dalam keluarga. Sebagian besar partisipan memiliki tingkat kecemasan sedang (51,7%) dan berat (86,1%), dengan perilaku SADARI pada kategori cukup (86,1%). Hasil uji Gamma menunjukkan nilai p = 0,124 (p < 0,05) dengan r = +0,314 menandakan hubungan lemah dengan arah positif. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan perilaku SADARI. Namun, arah hubungan menunjukkan kecenderungan positif, di mana semakin tinggi kecemasan semakin baik perilaku SADARI.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Breast cancer is a major health problem with a high incidence among women; therefore, breast self-examination (BSE) is an important method for early detection. The practice of BSE is influenced by various factors, one of which is anxiety level. This study aimed to analyze the relationship between anxiety level and BSE behavior among nursing students at Universitas Jenderal Soedirman. Methodology: This study used a cross-sectional research design. The sample consisted of 180 fifth- and seventh-semester nursing students, selected using proportionate stratified random sampling. Data analysis was conducted using the Gamma test. Anxiety was measured using the State-Trait Anxiety Inventory (STAI) questionnaire, and breast self-examination (BSE) behavior was assessed using a questionnaire adopted from Dewi et al. (2021). Result: Participants were aged 19–23 years, with the majority being fifth-semester students (55%), and 10% reported a family history of breast cancer. Most participants had moderate to severe anxiety, while BSE behavior was predominantly at a moderate level (86.1%). The Gamma test showed a p value of 0.124 (p < 0.05) with r = +0.314, indicating a weak positive relationship between anxiety level and BSE behavior. Conclusion: There is no relationship between anxiety levels and breast self-examination (BSE) behavior. However, the direction of the relationship shows a positive tendency, where higher anxiety is associated with better BSE behavior.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save